Samarinda, IDN Times - Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) membatalkan rencana pengadaan mobil dinas mewah untuk gubernur senilai Rp8,5 miliar.
Menurut Purwadi, pengadaan tersebut tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang tengah digaungkan Pemprov Kaltim, terlebih setelah APBD 2026 mengalami penurunan signifikan.
Ia mencatat, APBD Kaltim 2026 turun menjadi Rp15 triliun dari sebelumnya Rp21 triliun pada 2025. Penurunan itu dipicu merosotnya pendapatan transfer Dana Bagi Hasil (DBH) yang pada 2026 diproyeksikan hanya Rp3,13 triliun, jauh dari capaian Rp9,9 triliun pada 2025.
“Batalkan saja pengadaan anggaran yang dianggap tidak mendesak. Itu harus dilakukan bila ingin menarik simpati publik,” ujar Purwadi kepada IDN Times, Sabtu (21/2/2026).
