Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Murid SD 015 Balikpapan Selatan mulai menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (17/2/2025). (IDN Times/Erik Alfian)
Murid SD 015 Balikpapan Selatan mulai menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (17/2/2025). (IDN Times/Erik Alfian)

Intinya sih...

  • Tiga lokasi tahap pertama sudah ditentukan, termasuk di Balikpapan Timur, Utara, dan Barat.

  • Pemkot Balikpapan akan menggunakan skema pinjam pakai lahan untuk pembangunan SPPG demi efisiensi waktu.

  • Sebanyak 30 unit SPPG diperlukan untuk melayani 30 ribu siswa di Kota Balikpapan agar program ini berjalan optimal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Balikpapan, IDN Times – Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan lahan untuk pembangunan Unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Prabowo Subianto. Ketersediaan lahan ini merupakan hasil usulan dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang kemudian ditindaklanjuti oleh Pemkot Balikpapan.

Asisten Tata Pemerintahan Setkot Balikpapan, Zulkifli, mengatakan bahwa pembangunan unit SPPG ini akan dilakukan oleh mitra kerja pemerintah pusat, sedangkan pemkoy berperan menyiapkan lahannya. "Pembangunan unit SPPG dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dan pemerintah kota berperan dalam penyediaan lahan," kata Zulkifli.

1. Tiga lokasi tahap pertama sudah ditentukan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Irfan Taufiq menyebut MBG di Balikpapan berjalan lancar tanpa kendala berarti. (IDN Times/Erik Alfian)

Pada tahap awal, ada tiga titik lokasi pembangunan SPPG yang telah disiapkan oleh Pemkot Balikpapan. Yamg pertama di Kecamatan Balikpapan Timur – direncanakan di Kelurahan Manggar Baru, tepatnya di kawasan Pantai Asri. Kemudian di Kecamatan Balikpapan Utara – berlokasi di kilometer 7, dalam area Perumahan Korpri. Lalu di Kecamatan Balikpapan Barat dan menyasar kawasan industri tahu tempe, tepatnya di daerah Somber.

"Ketiga lahan tersebut adalah aset milik pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan unit SPPG," jelas Zulkifli.

2. Gunakan skema pinjam pakai

Program MBG di Balikpapan akan dimulai Senin (13/1/2025). (IDN Times/Erik Alfian)

Pemkot akan segera melengkapi administrasi dan dokumen terkait pemanfaatan lahan. Skema yang digunakan adalah pinjam pakai, karena dinilai lebih efisien dibanding pembebasan lahan yang memakan waktu lama “Pemerintah hanya menyediakan lahannya, pembangunan sepenuhnya akan dilakukan oleh mereka (BGN),” tambahnya.

Meski belum mendapat rincian teknis soal luas dan penggunaan lahan secara spesifik, Zulkifli menegaskan bahwa target pembangunan akan dimulai tahun ini. "Mereka sudah minta kesiapan lahan pada bulan Juni, jadi pembangunan diperkirakan bisa segera berjalan," ujarmya.

3. Butuh 30 unit SPPG untuk layani 30 ribu siswa

Wakapolda Kaltim, Brigjen M Sabilul Alif pada groundbreaking SPPG Polda Kaltim, Selasa (18/2/2025). (Dok. Humas Polda Kaltim)

Zulkifli meneruskan ssat ini baru tiga unit SPPG yang dipastikan akan dibangun di Balikpapan. Sementara untuk lokasi lainnya, BGN akan menyiapkannya secara mandiri. Padahal berdasarkan perhitungan kebutuhan, satu unit SPPG hanya bisa melayani sekitar 3.000–4.000 siswa.

“Total siswa di Kota Balikpapan ada sekitar 30.000 orang, jadi dibutuhkan sedikitnya 30 unit SPPG agar program ini bisa berjalan optimal,” tutup Zulkifli.

Editorial Team