MBG siswa di Pontianak Utara. (IDN Times/istimewa).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut saat ini kasus tersebut tengah dalam proses investigasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Lagi diinvestigasi oleh BPOM,” kata Saptiko singkat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, juga membenarkan adanya laporan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa di Pontianak Utara.
Agus menjelaskan, berdasarkan laporan awal terdapat lima siswa yang terdampak. Namun, berdasarkan pembaruan terakhir, empat siswa telah dipulangkan ke rumah, sementara satu siswa masih menjalani perawatan di puskesmas setempat.
“Benar ada kejadian di Pontianak Utara. Awalnya laporan ada lima siswa, namun terbaru empat sudah pulang dan satu masih dirawat di puskesmas. Perkembangannya terus kami monitor,” ujar Agus.
Terkait operasional SPPG, Agus menyebut pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pusat. Hingga kini, BGN Regional Kalbar belum mengambil keputusan apakah layanan tersebut akan dihentikan sementara atau tetap berjalan.
“Kami masih menunggu instruksi selanjutnya terkait operasional SPPG. Kasus ini baru muncul dan perlu koordinasi lebih lanjut,” jelasnya.
BGN Regional Kalbar memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta instansi terkait guna menjamin keselamatan siswa sekaligus memastikan evaluasi program berjalan optimal.