Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Festival Kuliner Kalbar Pecah Rekor, Lontong Sukadana Jadi Bintang Utama
Panganan lokal, Lontong Sukadana dapat rekor muri dunia. (IDN Times/Teri).

Pontianak, IDN Times - Kuliner khas Kabupaten Kayong Utara, Lontong Sukadana, berhasil mencetak sejarah dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam gelaran Kalbar Food Festival ke-7, Minggu (3/5/2026). Sebanyak 12.017 porsi lontong disajikan dan dinikmati secara massal oleh masyarakat secara gratis.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga berdampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Alhamdulillah, kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat Kalimantan Barat, terutama UMKM yang terlibat. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi perekonomian dan mendorong perkembangan UMKM,” ujarnya.

1. Angkat pangan lokal

Chef Stefani, lolosan Masterchef hadir di Kalbar. (IDN Times/Teri).

Menurut Ria Norsan, kekuatan kuliner lokal seperti lontong Sukadana menjadi daya tarik tersendiri bagi Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, dalam menarik perhatian wisatawan dari luar daerah.

“Pontianak dikenal dengan kekayaan kulinernya. Kita ingin sajian khas daerah bisa dinikmati lebih luas. Hari ini kita juga bersyukur berhasil mencatat rekor MURI dengan 12.017 porsi lontong Sukadana,” tambahnya.

2. Persiapan satu bulan

Penyerahan rekor muri panganan lokal. (IDN Times/Teri).

Sementara itu, Founder Kalbar Food Festival, Edy Hartono, mengungkapkan pencapaian ini merupakan hasil persiapan panjang yang melibatkan banyak pihak.

“Persiapannya hampir satu bulan, mulai dari pengadaan bahan, bumbu, hingga proses memasak. Kami juga melibatkan siswa SMK, asosiasi chef, serta pelaku usaha restoran,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemilihan lontong Sukadana bukan tanpa alasan. Hidangan ini dinilai merepresentasikan kekayaan kuliner khas daerah yang unik, baik dari segi cita rasa maupun pelengkapnya.

“Kami ingin mengangkat kekayaan kuliner dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Tahun ini dipilih lontong Sukadana karena memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dari daerah lain,” katanya.

3. Habiskan Rp70 juta untuk biaya bahan

Persiapan 12 ribu porsi lontong sukadana. (IDN Times/Teri).

Dalam pelaksanaannya, lebih dari 12 ribu porsi lontong berhasil disiapkan dengan total biaya bahan mencapai sekitar Rp70 juta, belum termasuk tenaga kerja. Meski demikian, Edy mengaku puas dengan hasil yang dicapai.

“Kami bangga. Ini bukan sekadar rekor, tetapi upaya untuk memperkenalkan dan mengangkat keberagaman kuliner Kalimantan Barat ke tingkat yang lebih luas,” tutupnya.

Ke depan, ajang serupa direncanakan akan terus digelar dengan mengangkat kuliner khas dari berbagai daerah di Kalimantan Barat sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lokal.

Editorial Team