Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gagal Total! Pengunjung Bawa Wafer Berisi Sabu ke Lapas Ketapang
Lapas Ketapang gagalkan penyelundupan sabu. (IDN Times/Istimewa).
  • Petugas Lapas Ketapang menggagalkan penyelundupan narkoba yang disembunyikan dalam makanan titipan pengunjung, berisi sabu dan pil ekstasi di dalam wafer, ayam, serta nasi.
  • Pihak lapas langsung mengamankan pelaku dan barang bukti, lalu berkoordinasi dengan Polres Ketapang untuk proses hukum serta memperketat pengawasan penitipan barang.
  • Kepala Kanwil Kemenkumham Kalbar mengapresiasi kesigapan petugas dan menegaskan komitmen jajaran pemasyarakatan menjaga lapas bebas dari narkoba, handphone ilegal, dan penipuan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketapang, IDN Times -Lapas Kelas IIB Ketapang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan. Petugas lapas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba yang dibawa seorang pengunjung melalui layanan penitipan barang pada Sabtu (9/5/2026).

Upaya penyelundupan itu terungkap saat seorang pengunjung datang untuk menitipkan makanan kepada salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP). Paket yang dibawa berisi wafer, daging ayam, dan nasi, namun petugas menemukan barang mencurigakan saat melakukan pemeriksaan terhadap titipan tersebut.

1. Sabu diselipkan ke dalam wafer

Wafer diselundupkan ke wafer. (IDN Times/istimewa).

Sesuai prosedur keamanan, petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap seluruh barang titipan. Saat memeriksa makanan tersebut, petugas menemukan bayangan mencurigakan berupa klip putih yang disembunyikan di dalam makanan.

Setelah diperiksa lebih lanjut, petugas menemukan tiga kantong klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu serta dua klip berisi pil ekstasi.

“Barang-barang terlarang itu sengaja disembunyikan di dalam wafer, daging ayam, dan nasi untuk mengelabui pemeriksaan,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kalapas Ketapang, Japaham Sinaga, Minggu (10/5/2026).

2. Koordinasi dengan pihak kepolisian

Sabu dan ekstasi diselipkan ke makanan titipan. (IDN Times/istimewa).

Mengetahui adanya upaya penyelundupan tersebut, petugas langsung mengamankan barang bukti dan melakukan interogasi terhadap pengunjung yang membawa titipan. Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) kemudian melaporkan kejadian itu kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kalapas Ketapang, Japaham Sinaga, guna mendapatkan arahan lebih lanjut.

Sebagai tindak lanjut, pihak lapas segera berkoordinasi dengan Polres Ketapang untuk proses serah terima barang bukti dan penanganan hukum terhadap pelaku. Japaham Sinaga menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan, khususnya pada layanan kunjungan dan penitipan barang.

“Pengunjung yang membawa barang tersebut sudah kami amankan dan selanjutnya kami serahkan kepada pihak Kepolisian Resort Ketapang untuk ditindaklanjuti sesuai proses hukum yang berlaku. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga lapas tetap bersih dari peredaran narkotika maupun barang-barang terlarang lainnya,” paparnya.

3. Apresiasi untuk petugas lapas

Sabu diselipkan dalam wafer. (IDN Times/istimewa).

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, mengapresiasi kesigapan petugas dalam menggagalkan penyelundupan narkotika tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti nyata keseriusan jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Barat dalam mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan.

“Kemarin kita telah melaksanakan ikrar Pemasyarakatan bersih dari handphone ilegal, narkoba dan penipuan. Hari ini petugas berhasil menggagalkan masuknya narkotika ke dalam Lapas Ketapang. Ini membuktikan bahwa jajaran Pemasyarakatan Kalimantan Barat serius dan berkomitmen memerangi narkoba di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Jayanta.

Dia juga mengingatkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, integritas, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum demi menciptakan lapas yang bersih dan aman.

Editorial Team