Pontianak, IDN Times - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) untuk meraup keuntungan pribadi, khususnya di wilayah Pontianak.
“Jangan ada yang mengambil keuntungan pribadi yang mengorbankan masyarakat, seperti menimbun BBM,” tegas Norsan, Sabtu (21/3/2026).
Dia mengakui, antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama Forkopimda se-Kalimantan Barat.
Sebelumnya viral sebuah unggahan di marketplace Facebook, warga menjual BBM dengan jeriken berisi 5 liter dengan harga Rp150 ribu. “Yang mau-mau aja soalnya saya dari siang antre,” sebut akun tersebut.
