Bontang, IDN Times – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menjanjikan bantuan sosial berupa BPJS Kesehatan bagi nelayan Muara Badak yang terdampak pencemaran limbah yang diduga milik PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Namun, nelayan menilai langkah ini bukan solusi utama dari krisis yang memutus mata pencaharian mereka.
Bagi para nelayan, kebutuhan paling mendesak adalah pemulihan ekosistem perairan dan bantuan modal untuk kembali berusaha. “BPJS itu cuma pelengkap. Kalau sakit karena kelaparan, baru bisa dipakai,” kata Muhammad Yusuf, perwakilan nelayan kerang darah Muara Badak.
Pencemaran ini telah menghantam 299 kepala keluarga di enam desa pesisir, menghilangkan 3.800 ton produksi kerang darah dengan kerugian mencapai Rp68,4 miliar. Meski hampir lima bulan berlalu, proses hukum terhadap laporan warga kepada PHSS masih jalan di tempat, sementara laporan perusahaan terhadap empat nelayan sudah naik ke tahap penyidikan.