Beras cadangan di Bulog. IDN Times/Istimewa
Apresiasi dari masyarakat, kata Rasiwan, menjadi dorongan kuat bagi Bulog untuk terus menjaga keterjangkauan dan stabilisasi harga pangan pokok, khususnya komoditas yang dikelola Bulog.
“Alhamdulillah target 2025 bisa kita selesaikan. Ini menjadi motivasi kami untuk tetap menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan pokok di Kalbar,” paparnya, Kamis (29/1/2026).
Untuk tahun 2026, kata dia, Bulog Kalbar menargetkan peningkatan penyerapan gabah setara beras. Secara nasional, target penyerapan naik dari 3 juta ton menjadi 4 juta ton setara beras. Sementara khusus Kalbar, target penyerapan meningkat dari 3.900 ton pada 2025 menjadi 5.100 ton pada 2026.
Target tersebut akan dibreakdown ke masing-masing wilayah kerja Bulog yang memiliki lima kantor cabang di Kalbar. Sedangkan, pelaksanaannya akan didukung melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan TNI, termasuk Babinsa, sebagaimana pengalaman positif pada tahun sebelumnya.
“Mudah-mudahan dengan pengalaman tahun lalu, ini menjadi awal yang baik untuk menyongsong penyerapan gabah dan beras di 2026,” ucapnya.