Pontianak, IDN Times - Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson, menyoroti polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI yang dinilai tidak memberikan rasa keadilan kepada peserta.
Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan dugaan ketidakobjektifan dewan juri dalam LCC 4 Pilar di Kalbar. Peristiwa itu viral setelah dua peserta memberikan jawaban dengan substansi serupa, namun memperoleh penilaian berbeda dari juri.
Dalam perlombaan tersebut, dewan juri terlebih dahulu memberikan nilai minus lima kepada Grup C dari SMAN 1 Pontianak. Tak lama kemudian, juri justru memberikan nilai 10 kepada Grup B4, meski jawaban yang disampaikan dinilai memiliki inti yang sama dengan jawaban Grup C.
Peserta Grup C sempat menyampaikan protes kepada dewan juri karena merasa dirugikan. Namun, keberatan tersebut tidak mengubah keputusan yang telah diambil. Insiden itu pun memicu reaksi keras warganet dan ramai diperbincangkan di media sosial. Hingga kini, akun Instagram resmi MRP RI dibanjiri komentar negatif dari netizen.
