Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hati-Hati Tren Skincare! Tidak Semua Beauty Hacks Aman untuk Kulit
Ilustrasi beauty hacks (pexels.com/Mikhail Nilov)

Di era modern, perawatan kulit wajah bukan lagi sekadar tren, melainkan sudah menjadi kebutuhan, terutama bagi perempuan. Produk skincare kini hadir sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan dan nutrisi kulit.

Namun, harga skincare yang tidak selalu ramah di kantong membuat sebagian orang mencari alternatif. Salah satunya dengan mencoba perawatan alami atau yang dikenal sebagai beauty hackstips kecantikan praktis yang banyak beredar di media sosial.

Meski terlihat mudah dan menggunakan bahan alami, tidak semua beauty hacks aman untuk kulit. Sejumlah metode yang viral justru berpotensi menimbulkan iritasi hingga memperburuk kondisi kulit, terutama jika tidak didukung oleh kajian dermatologi yang tepat.

Karena itu, penting untuk lebih selektif sebelum mencoba tren perawatan wajah yang beredar di internet. Jangan sampai niat merawat kulit justru berujung pada masalah baru.

Bagi kamu yang gemar bereksperimen dengan beauty hacks, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu mana yang aman dan mana yang sebaiknya dihindari.

Berikut beberapa beauty hacks yang perlu kamu waspadai demi menjaga kesehatan kulit wajah:

1. Hindari menggunakan perasan jeruk nipis untuk mencerahkan wajah. Hal itu ternyata dapat menciptakan alergi, ruam dan menyumbat pori-pori sehingga menyebabkan tumbuhnya jerawat

ilustrasi jeruk nipis (pexels.com/Lisa Fotios)

2. Jangan mengeksfoliasi wajah dengan campuran gula dan soda kue. Butiran gula yang besar dan kasar justru akan melukai wajah sehingga sangat berbahaya untuk kulit yang sensitif

Ilustrasi gula (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

3. Menjadikan pasta gigi sebagai obat totol jerawat ternyata tidak direkomendasikan. Kandungan yang terdapat dalam pasta gigi bisa memperparah jerawat bahkan bisa menyebabkan iritasi

Ilustrasi pasta gigi (pexels.com/Karen Laårk Boshoff)

4. Kalau kamu masih berusaha mengangkat komedo dengan lem, sebaiknya hentikan sekarang juga. Sebab lem tidak berfungsi untuk hal itu dan hanya akan mengiritasi serta menyumbat pori-pori di wajahmu

ilustrasi lem (pexels.com/George Milton)

5. Masker dari putih telur adalah beauty hacks yang cukup populer, tapi kamu sebaiknya tidak melakukannya lagi. Selain bisa menyebabkan iritasi kulit, kamu juga berpotensi terinfeksi Salmonela

Ilustrasi telur (pexels.com/Polina Tankilevitch)

6. Mengganti toner dengan alkohol murni sangatlah tidak dianjurkan. Alkohol murni sangat berbahaya jika bertemu langsung dengan kulit dan akan menyebabkan wajahmu iritasi dan menjadi sangat kering

Ilustrasi toner (pexels.com/Ray Piedra)

7.Sia-sia saja kalau kamu terus menggosok kentang ke wajah dengan harapan bisa menghilangkan bekas jerawat. Hal itu ternyata tidak efektif karena kentang tidak memiliki kandungan untuk mengobati bekas jerawat. Kamu hanya dibohongi tren!

Ilustrasi kentang (pexels.com/Polina Tankilevitch)

8.Meskipun tidak terlalu berbahaya, menjadikan kopi sebagai masker wajah ternyata memiliki dampak negatif. Butiran kopi yang tidak halus bisa menyumbat pori-pori wajahmu dan membuat kulit iritasi terutama pada kulit sensitif

Ilustrasi kopi (pexels.com/Ashford Marx)

9.Stop menggunakan hairspray untuk mengatur riasan muka kamu. Selain tidak berpengaruh apapun, hairspray yang disemprotkan ke wajah bisa menyebabkan iritasi hingga kulit yang mengelupas. Seram!

Ilustrasi hairspray (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Itulah sembilan beauty hacks yang sebaiknya kamu hindari. Meski menggunakan bahan sederhana dan mudah ditemukan, beberapa metode tersebut justru berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kulit.

Karena itu, penting untuk lebih selektif dalam memilih dan mencoba beauty hacks. Pastikan metode yang digunakan aman dan sesuai dengan kondisi kulit, agar kesehatan kulit wajah tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team