Di tengah ritme hidup yang kian cepat, kompetitif, dan penuh ekspektasi, sebagian anak muda memilih menjalani hidup dengan lebih santai atau yang populer disebut chill. Pilihan ini kerap dipandang negatif—dianggap malas, kurang ambisius, atau tidak serius merencanakan masa depan. Padahal, di balik sikap tersebut, terdapat dinamika psikologis dan sosial yang tidak sederhana.
Bagi sebagian generasi muda, hidup chill bukan berarti menyerah, melainkan strategi bertahan di tengah tekanan yang terus meningkat. Standar kesuksesan yang tinggi, budaya perbandingan di media sosial, hingga ketidakpastian ekonomi membuat mereka mencari ritme hidup yang lebih ramah bagi kesehatan mental.
Berikut lima alasan mengapa banyak anak muda memilih hidup santai di tengah tekanan sosial:
