Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi melahirkan (freepik.com/DC Studio)
ilustrasi melahirkan (freepik.com/DC Studio)

Sambas, IDN Times - Viral sebuah unggahan di Facebook seorang ibu melahirkan di teras rumah, di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar). Sebelumnya sang ibu sudah dibawa ke rumah sakit, namun malah dipulangkan.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas kini menjadi sorotan publik usai unggahan di media sosial Facebook ini viral dan menuai perhatian luas. Unggahan tersebut dibagikan oleh akun bernama Mukmin yang menceritakan pengalaman adiknya yang diduga sempat dipulangkan oleh pihak rumah sakit saat hendak melahirkan, hingga akhirnya bayi lahir di teras rumah.

1. Baru pembukaan dua, pasien dipulangkan

ilustrasi melahirkan (unsplash.com/Jonathan Borba)

Warga Kabupaten Sambas, Mukmin mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Bermula pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat itu, adiknya yang tengah hamil mengalami sakit perut dan langsung dibawa ke RSUD Sambas untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun setibanya di rumah sakit, pihak medis disebut menyampaikan bahwa kondisi pasien masih berada pada pembukaan dua, sehingga keluarga disarankan untuk kembali ke rumah terlebih dahulu.

“Sekitar jam 2 subuh sudah ke rumah sakit karena adik saya sudah sakit perut. Di RS dibilang belum, masih baru pembukaan dua dan disarankan balik dulu ke rumah,” ungkap Mukmin, Kamis (22/1/2026).

2. Melahirkan di teras rumah

ilustrasi melahirkan (unsplash.com/Christian Bowen)

Mukmin menuturkan, setelah kurang lebih 30 menit berada di rumah, kondisi adiknya justru semakin kritis. Keluarga pun berniat kembali membawa pasien ke rumah sakit, namun proses persalinan berlangsung sangat cepat hingga bayi akhirnya lahir di teras rumah.

“Baru 30 menit di rumah, sudah mau dibawa lagi ke RS, tapi tidak sempat karena bayinya sudah keluar,” ungkapnya.

Dia mengaku bersyukur karena ibu dan bayi dalam kondisi selamat, meski proses persalinan terjadi di luar fasilitas medis.

3. Keluarga sempat kewalahan

ilustrasi melahirkan anak (pexels.com/Pixabay)

Mukmin bilang, adiknya melahirkan di teras rumah selama kurang lebih satu jam menjelang subuh, dalam kondisi cuaca dingin.

“Untung tidak apa-apa nyawanya. Melahirkan di teras kurang lebih satu jam menjelang subuh, cuaca dingin. Kami kewalahan mencari bidan lain untuk penanganan,” papar Mukmin.

Unggahan tersebut sontak memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak pihak mempertanyakan prosedur pelayanan persalinan di RSUD Sambas, khususnya terkait kebijakan memulangkan pasien dengan kondisi pembukaan awal, serta antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya persalinan cepat.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sambas, Muhardi menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 20 Januari 2026, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Maternal RSUD Sambas.

Muhardi bilang, saat pasien tiba di IGD Maternal, petugas medis langsung melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Pemeriksaan awal dilakukan oleh bidan jaga untuk memastikan kondisi ibu dan janin.

“Pasien datang ke IGD Maternal dan langsung dilakukan pemeriksaan oleh bidan jaga. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis saat itu, kondisi ibu dan janin dinyatakan normal serta belum memasuki fase persalinan aktif,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa tenaga medis telah memberikan penjelasan secara terbuka dan menyeluruh kepada pasien serta keluarga terkait kondisi kesehatan ibu dan janin. Pada penjelasan itu, pasien diberikan dua pilihan, yakni tetap menunggu dan menjalani observasi di rumah sakit atau kembali ke rumah dengan catatan segera datang kembali apabila kontraksi semakin kuat atau semakin sering.

“Keputusan untuk pulang merupakan hasil kesepakatan pasien dan keluarga setelah menerima penjelasan dari tenaga medis,” ucapnya.

Muhardi menekankan bahwa seluruh tindakan tenaga kesehatan RSUD Sambas telah dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan medis, etika profesi, serta prosedur yang berlaku. Namun pihak rumah sakit tetap melakukan evaluasi internal sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu layanan.

“Kami berharap masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar dengan bijak dan tidak langsung menarik kesimpulan sepihak. RSUD Sambas berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut, Muhardi menyampaikan bahwa saat keluarga kembali mendatangi IGD, petugas medis tetap berupaya memberikan pelayanan dan penjelasan. Namun, pada waktu yang bersamaan, terdapat pasien lain yang telah memasuki fase persalinan aktif dan membutuhkan penanganan segera.

“Dalam pelayanan kesehatan, keselamatan pasien merupakan prioritas utama. Petugas wajib mendahulukan pasien dengan tingkat kegawatdaruratan yang lebih tinggi,” tukasnya.

Editorial Team