Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mengakses informasi di internet
ilustrasi mengakses informasi di internet (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan pembangunan infrastruktur internet gratis di seluruh wilayah Kabupaten Mahakam Ulu telah rampung. Sebanyak 50 desa di kabupaten termuda di Kaltim itu kini telah terhubung dengan jaringan internet.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, capaian tersebut merupakan realisasi program Gratispol Internet Desa yang digagas Pemprov Kaltim.

“Program ini menjadi bagian dari visi Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji untuk memeratakan akses informasi, khususnya di wilayah 3T, yakni terdepan, terluar, dan tertinggal,” ujar Faisal diberitakan Antara di Samarinda, Jumat (23/1/2026).

1. Pemenuhan kebutuhan publik masyarakat

Ilustrasi akses jalan yang minim menuju Mahakam Ulu. (Dok. Pemprov Kaltim)

Ia menjelaskan, meskipun sejak 2018 kewenangan telekomunikasi berada di pemerintah pusat, Pemprov Kaltim tetap mengambil langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Melalui kebijakan gubernur, kami berupaya hadir membantu daerah, terutama kabupaten dengan kondisi geografis menantang seperti Mahakam Ulu,” katanya saat menerima audiensi Komisi I DPRD Mahakam Ulu di Kantor Diskominfo Kaltim.

Faisal menambahkan, program internet desa dinilai krusial karena internet kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Di sisi lain, penyedia layanan komersial kerap enggan berinvestasi di wilayah dengan jumlah penduduk terbatas.

2. Titik akses internet di kantor pemerintah daerah

Kantor Bupati Mahulu (kaltimprov.go.id)

Hingga Desember 2025, sebanyak 802 dari total 841 desa di seluruh Kalimantan Timur telah terpasang fasilitas internet.

“Khusus Mahakam Ulu, seluruh 50 desa sudah terlayani, baik melalui jaringan fiber optic maupun teknologi satelit,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, titik akses internet dipusatkan di kantor-kantor desa untuk mendukung pelayanan publik. Di luar jam operasional, jaringan WiFi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selain infrastruktur, Faisal juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital agar penggunaan internet memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi dan sosial warga.

3. Kualitas jaringan menjadi perhatian

ilustrasi pengguna kesal saat koneksi internet terputus (freepik.com/freepik)

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Mahakam Ulu Martin Hat mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim dalam menghadirkan internet gratis hingga ke pelosok desa. Namun, ia menyoroti persoalan stabilitas jaringan.

“Internet saat ini sudah menjadi jantung aktivitas masyarakat. Meski sudah terpasang, kami masih menerima laporan adanya gangguan atau koneksi yang belum stabil di beberapa titik. Ini perlu menjadi perhatian untuk keberlanjutan program,” ujarnya.

Audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan daerah guna memastikan pemanfaatan internet di wilayah perbatasan dan terpencil Mahakam Ulu berjalan optimal dan berkelanjutan.

Editorial Team