Membandingkan diri dengan orang lain merupakan hal yang manusiawi. Hampir setiap orang pernah melakukannya, baik dalam hal pencapaian, penampilan, hubungan, maupun gaya hidup yang tampak lebih “sempurna”.
Namun, ketika kebiasaan ini terjadi terlalu sering, dampaknya bisa menggerus kepercayaan diri. Perasaan tidak cukup, iri, hingga rendah diri muncul tanpa disadari.
Dalam perspektif psikologi, kebiasaan membandingkan diri bukan sekadar persoalan kurang bersyukur. Hal ini berkaitan dengan cara otak menilai diri, kebutuhan akan penerimaan, serta pengaruh lingkungan sosial. Memahami akar penyebabnya dapat membantu kita melihat bahwa perbandingan adalah respons psikologis yang bisa dikelola.
Berikut lima alasan mengapa seseorang terus membandingkan diri dengan orang lain:
