Balikpapan, IDN Times - Pembangunan jalan tol yang dibangun di masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko "Jokowi" Widodo, menjadi salah satu proyek strategis yang membawa dampak besar di setiap daerah.
Hasil yang diberikan, mulai dari peningkatan ekonomi, kecepatan menuju titik kawasan satu ke kawasan lainnya menjadi sekian dari manfaat mega proyek ini.
Namun di balik itu semua pemerintah juga harus berhadapan dengan para pemilik lahan yang terdampak dari pengerjaan ini. Yakni bayang-bayang persoalan ganti rugi lahan juga ikut mengitari.
Jalan tol Balikpapan-Samarinda di Kalimantan Timur (Kaltim) masih banyak warga pemilik lahan terdampak. Mereka mengklaim belum mendapat kompensasi atas beton yang berdiri di tanah mereka. Yang akhirnya menjadi konflik berkepanjangan.
Meski berkali-kali disuarakan, nyatanya hingga kini belum ada titik terang untuk persoalan tersebut.
Sampai akhirnya terdengar beberapa kali aksi dilakukan.