Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan berbasis teknologi, banyak orang kini menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan. Aktivitas bekerja di depan layar, bepergian dengan kendaraan tertutup, hingga kebiasaan beristirahat di rumah membuat paparan sinar matahari semakin berkurang.
Padahal, sinar matahari memiliki peran penting tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga bagi keseimbangan psikologis. Dalam ilmu kesehatan dan psikologi, cahaya alami diketahui memengaruhi suasana hati, ritme biologis, serta fungsi otak. Minimnya paparan sinar matahari dapat memicu berbagai gangguan emosional yang sering tidak disadari.
Berikut lima dampak psikologis dan kesehatan mental yang dapat muncul ketika seseorang jarang terkena sinar matahari:
