Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pedagang ayam potong di Pontianak.
Pedagang ayam potong di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Pontianak, IDN Times - Jelang perayaan Imlek, harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Harga ayam potong bahkan bisa menembus Rp45 ribu per kilogramnya. Penjual ayam potong di Pasar Flamboyan Pontianak, Mael, mengatakan kenaikan harga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok ayam di kandang.

“Kenaikan juga tergantung stok. Kalau stok banyak biasa nya turun walaupun jelang hari raya besar keagamaan. Tapi kalau stok kosong walau hari biasa bisa naik harganya,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).

1. Walaupun Imlek masih lama, harga ayam sudah naik

Harga ayam potong di Pontianak meroket. (IDN Times/Teri).

Mael bilang, meski perayaan Imlek masih cukup lama, terbatasnya stok ayam di kandang membuat harga sudah lebih dulu mengalami kenaikan. Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi pasokan dari peternak.

“Sekarang Imlek masih lama, tapi stok sedikit jadi naik harganya. Dipengaruhi stok di kandang juga,” paparnya.

2. Bisa tembus Rp45 ribu

Pasar Flamboyan Pontianak. (IDN Times/Teri).

Per 26 Januari 2026, kata Mael, harga ayam di kandang mencapai Rp34 ribu per kilogram. Setelah dipotong dan dibersihkan, harga jual ke konsumen berada di kisaran Rp42 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Sebelumnya, Mael bilang ayam bersih dijual Rp38 ribu per kilogram dan ayam hidup sekitar Rp30 ribu per kilogram.

“Dalam dua minggu terakhir ini sudah naik sekitar Rp4 ribu. Biasanya mau puasa harga turun, tapi dua minggu Ramadhan biasanya naik lagi. Tahun ini saya perkirakan bisa tembus Rp50 ribuan,” ucapnya.

3. Stok ayam potong masih aman

Stok ayam potong jelang Imlek aman. (IDN Times/Teri).

Meski harga ayam potong meroket, Mael menyebut pembeli sejauh ini masih tidak mempermasalahkan, asalkan stok ayam tetap tersedia.

Pasokan ayam sendiri didatangkan dari sejumlah daerah seperti Rasau dan Singkawang melalui agen maupun perusahaan.

“Sejauh ini pembeli belum ada masalah, yang penting ada stok,” tukasnya.

Editorial Team