Menurutnya, gangguan kesehatan mental bisa menyerang siapa saja dan kapan saja tanpa pandang status.
Lazim pemicunya karena persoalan pekerjaan, asmara, ekonomi, pergaulan hingga keluarga.
Paling rentan itu berhubungan dengan pekerjaan, bila seseorang tak lagi sanggup menahan segala tekanan di kantor bisa berujung depresi.
Pun demikian soal asmara, mereka yang punya pasangan biasanya lebih bahagia dibandingkan dengan jomblo.
"Ya, karena ada yang memerhatikan. Kalau enggak punya pasangan apalagi hingga bertahun-tahun itu rentan depresi hingga alami gangguan mental," katanya.
Itu merupakan faktor eksternal, sementara internalnya bertalian ketidakmampuan seseorang yang mengalami masalah terbuka dengan yang lain untuk menceritakan masalahnya. Disimpan sendiri hingga bertumpuk-tumpuk.
"Inilah pentingnya punya rekan, bisa kawan atau pasangan yang bisa diajak berkisah. Layaknya gelas diisi air hingga penuh, pun pikiran manusia. Kalau penuh bisa tumpah dan berbahaya bagi mental manusia," jelas Jaya.