Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kabar Baik! Beasiswa Gratispol Tahap II Sudah Cair bagi Mahasiswa Kaltim
Ilustrasi mahasiswa mendaftar beasiswa pendidikan. (pexels.com/Yusuf Çelik)

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur mulai mencairkan beasiswa Program Gratispol tahap II bagi mahasiswa yang telah lolos verifikasi faktual di masing-masing perguruan tinggi.

Pencairan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, pada 17 Maret 2026.

Pada tahap ini, Pemprov Kaltim menggelontorkan anggaran sebesar Rp117,6 miliar yang disalurkan ke 51 perguruan tinggi di daerah tersebut. Rinciannya, 7 perguruan tinggi negeri dan 44 perguruan tinggi swasta, dengan total penerima mencapai 27.548 mahasiswa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.299 mahasiswa berasal dari kampus negeri dan 12.249 mahasiswa dari kampus swasta.

1. Meringankan beban mahasiswa di Kaltim

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat Rapat terkait batas wilayah IKN di Kemendagri (IDN Times/istimewa)

Rudy berharap program ini dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa. Ia juga menegaskan, Pemprov Kaltim menargetkan penyaluran beasiswa kepada 158.981 mahasiswa dengan total anggaran mencapai Rp1,4 triliun.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam mengatasi berbagai persoalan sosial di daerah. Oleh karena itu, program beasiswa akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pencairan dana dilakukan melalui masing-masing kampus bekerjasama dengan BPD Kaltimra. Mahasiswa menerima bantuan dalam bentuk pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) dengan nominal yang disesuaikan.

Salah satu mahasiswa semester IV di Politeknik Negeri Balikpapan mengaku telah menerima bantuan sebesar Rp5 juta. Mahasiswa jurusan Perbankan dan Keuangan Digital tersebut sebelumnya memiliki kewajiban pembayaran UKT sebesar Rp7,3 juta per semester.

2. Prioritas pendidikan bagi masyarakat Kaltim

Ilustrasi beasiswa (Pexels.com/olia danilevich)

Meski anggaran Pemprov Kaltim mengalami penurunan akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat, Rudy memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin memastikan biaya tidak lagi menjadi hambatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan,” tegasnya.

3. Alokasi Program Gratispol yang suda disalurkan

ilustrasi membuat anggaran (pexels.com/olia danilevich)

Sebelumnya, pada akhir Februari 2026, Pemprov Kaltim juga telah menyalurkan beasiswa Gratispol tahap I sebesar Rp103,1 miliar kepada 21.128 mahasiswa.

Secara keseluruhan, Program Gratispol Pendidikan telah menjangkau 48.676 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Kalimantan Timur.

Pemprov Kaltim berharap program ini mampu mendorong semakin banyak generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi, mulai dari jenjang sarjana (S1) hingga doktoral (S3).

Editorial Team