Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin M Ramadhan menambahkan, kabut asap tersebut merupakan kiriman dari daerah lain. Kabut asap menyumbang lonjakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Banjarmasin.
Seperti diketahui, bencana karhutla sedang terjadi di Kalimantan Barat dengan menyebarkan asap ke daerah tetangga.
Data yang diterima pihaknya di seluruh puskesmas di Kota Banjarmasin per Juni lalu kasus ISPA ada 3.769. Bila dirinci penderita ISPA pada bayi sampai balita terbanyak yakni 1064 kasus. Sisanya mulai anak-anak hingga dewasa usia 60 tahun ke atas.
Kemudian penderita ISPA di bulan Juli mengalami kenaikan seribu lebih yakni 4351 kasus. Dan penderita bayi dan balita tercatat ada 1208. Kasus ISPA bulan Agustus masih dirangkum dan datanya bisa keluar di awal September.
"Sekarang ISPA sedang naik, kita mengimbau agar warga tetap menjaga kesehatannya, yakni memakai masker, banyak minum air putih," bebernya.