Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kaltim Siap Hijau Kembali, 170 Ribu Hektare Lahan akan Direhabilitasi
Gunung Parung Sepaku jadi wisata di IKN (IDN Times/Ervan)

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyambut positif rencana rehabilitasi lahan seluas 170 ribu hektare oleh salah satu perusahaan swasta nasional di wilayah Benua Etam. Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, mengatakan program rehabilitasi tersebut menjadi langkah penting dalam memulihkan kondisi lingkungan dan kawasan hutan di Kaltim yang sempat mengalami kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Rudy, kebakaran besar yang terjadi pada 1999 lalu menyebabkan banyak kawasan hutan di Kalimantan Timur mengalami kerusakan parah dan berdampak terhadap keseimbangan ekosistem.

“Pada 1999 lalu banyak kawasan hutan dan lahan di Kaltim terbakar cukup hebat,” ujar Rudy dalam akun IG Pemprov Kaltim.

Gubernur melakukan kunjungan kerja dan penanaman pohon di kawasan IKN Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, beberapa waktu lalu.

1. Mengembalikan habitat satwa liar yang hilang

Ia menilai program reboisasi tersebut tidak hanya berfungsi memulihkan kawasan hutan, tetapi juga mengembalikan habitat satwa liar yang selama ini hilang akibat kerusakan lingkungan.

“Kawasan yang direhabilitasi nantinya diharapkan dapat menghidupkan kembali kondisi alam dan satwa-satwa yang sebelumnya meninggalkan habitatnya,” katanya.

2. Peran hutan bagi masyarakat Kaltim

Kawasan Sepaku di Ibukota Nusantara, Senin (18/5/2026). (IDN Times/Sri.Wibisono)

Rudy menegaskan, hutan Kalimantan Timur memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan global. Selain menjadi sumber kehidupan masyarakat lokal, kawasan hutan di Kalimantan juga dikenal sebagai bagian dari Hearts of Borneo dan paru-paru dunia.

“Hutan kita tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Kaltim, tetapi juga Indonesia hingga dunia,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan hutan secara berkelanjutan perlu terus diperkuat karena sektor kehutanan tidak hanya menopang kelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

3. Komoditas industri perhutanan di Kaltim

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (Dok. Pemprov Kaltim)

Menurutnya, hasil hutan di Kalimantan Timur tidak hanya berupa kayu, tetapi juga berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti madu, rotan, damar, dan getah yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

“Bagi kami ini investasi besar karena hutan juga menjadi sumber penghidupan masyarakat,” pungkasnya

Editorial Team