Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bergerak cepat melakukan mitigasi pascainsiden penabrakan fender atau pengaman tiang Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Sungai Mahakam. Insiden tersebut terjadi dua kali dalam waktu berdekatan, yakni pada 23 Desember 2025 dan kembali terjadi pada 3 Januari 2026.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat yang melintas di atas jembatan menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Hal itu disampaikannya dalam rapat terpadu pengolongan alur Sungai Mahakam di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (5/1/2026).
“Kita harus membahas secara menyeluruh perbaikan tata kelola alur pengolongan jembatan di Sungai Mahakam, mulai dari Jembatan Mahulu, Mahkota, Kutai Kartanegara, hingga Jembatan Kembar di Samarinda. Mitigasi harus segera dilakukan agar aset daerah ini tetap aman,” tegas Rudy diberitakan Antara.
