Samarinda, IDN Times – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong peningkatan kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sektor batu bara dari Rp1.000 menjadi Rp10.000 per ton. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan daerah, terutama di desa-desa sekitar tambang.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan saat ini produksi batu bara di Kaltim mencapai 370 juta ton per tahun. Dengan skema CSR Rp1.000 per ton, dana yang terkumpul hanya sekitar Rp370 miliar dan masih dikelola secara internal oleh perusahaan.
“Jika dinaikkan menjadi Rp10 ribu per ton dan dikelola pemerintah daerah, potensi dana CSR bisa mencapai Rp3,7 triliun per tahun. Angka ini tentu akan berdampak besar bagi pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” kata Seno dalam Lokakarya Nasional Asta Cita 6 yang digelar Perhimpunan Ahli Pertambangan (Perhapi) Kaltim bersama Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kaltim dilaporkan Antara, Senin (25/8/2025).