Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kapal Raksasa Jepang Bawa 3 Chinook ke Kalimantan, Ini 4 Fakta JS Kunisaki

Kota Pontianak
3 min read
Kapal Raksasa Jepang Bawa 3 Chinook ke Kalimantan, Ini 4 Fakta JS Kunisaki
Kapal JS Kunisaki merupakan salah satu kapal perang yang terkenal dengan misi bantuan kemanusiaannya (commons.wikimedia.org/US Navy)
  • JS Kunisaki tiba di Terminal Internasional Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, pada 10 September 2026 membawa tiga helikopter CH-47 Chinook untuk membantu penanganan karhutla.
  • Tiga Chinook JGSDF disiapkan untuk water bombing di titik karhutla prioritas, melibatkan sekitar 350 personel Jepang dalam operasi pemadaman luar negeri pertama Pasukan Bela Diri Jepang.
  • Kapal pendarat tank kelas Osumi sepanjang 178 meter ini mampu mengangkut personel, kendaraan, dan logistik, serta dilengkapi dek helikopter dan dua LCAC untuk misi bantuan bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kapal militer Jepang, JS Kunisaki, tiba di Terminal Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026). Kapal milik Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) itu membawa tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Kehadiran JS Kunisaki merupakan bagian dari misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana Jepang untuk Indonesia. Tiga helikopter Chinook akan digunakan dalam operasi pemadaman melalui metode water bombing.

JS Kunisaki merupakan kapal pendarat tank kelas Osumi yang memiliki kemampuan mengangkut personel, kendaraan, hingga peralatan dalam jumlah besar. Berikut empat fakta menarik mengenai kapal tersebut.

  1. 1. Kapal pendarat tank dengan panjang 178 meter

    JS Kunisaki, helikopter Chinook, Jepang
    Helikopter Chinook milik militer Jepang yang berada di Kapal JS Kunisaki saat bersandar di Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

    JS Kunisaki merupakan kapal ketiga sekaligus terakhir dari kelas Osumi milik JMSDF. Kapal ini dibangun pada 2000, diluncurkan pada 2001, dan mulai dioperasikan pada 2003.

    Dengan panjang sekitar 178 meter, kapal ini memiliki kemampuan mengangkut berbagai peralatan dan kendaraan untuk mendukung operasi militer maupun bantuan kemanusiaan.

    JS Kunisaki juga memiliki dek penerbangan yang memungkinkan pengoperasian helikopter. Kemampuan tersebut membuat kapal ini dapat digunakan untuk berbagai misi, termasuk operasi bantuan bencana.

  2. 2. Membawa helikopter terkenal Chinook

    antarafoto-jepang-kirim-heli-chinook-untuk-karhutla-kalimantan-1789205547.jpg
    Sejumlah personel militer Jepang berdiri di sekitar helikopter CH-47 Chinook di kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (11/9/2026). ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/nz

    Salah satu peralatan utama yang dibawa JS Kunisaki ke Kalimantan adalah tiga helikopter CH-47 Chinook milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF).

    Helikopter angkut berat tersebut akan digunakan untuk mendukung pemadaman karhutla melalui metode water bombing. Pemerintah Jepang menyebut pengerahan ini sebagai bagian dari kegiatan bantuan bencana internasional untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran hutan.

    Setibanya di Kalimantan Barat, helikopter menjalani persiapan sebelum diterjunkan ke lokasi kebakaran. Titik dengan kondisi karhutla yang lebih parah menjadi salah satu prioritas operasi pemadaman.

    Misi tersebut juga menjadi operasi pemadaman kebakaran di luar negeri pertama bagi Pasukan Bela Diri Jepang. Sekitar 350 personel Jepang terlibat dalam misi bantuan tersebut.

  3. 3. Punya dua LCAC untuk angkut kendaraan dan logistik

    potret Landing Craft Air Cushion (LCAC), kendaraan pendaratan unik yang dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dalam sebuah latihan
    potret Landing Craft Air Cushion (LCAC), kendaraan pendaratan unik yang dioperasikan oleh Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dalam sebuah latihan (commons.wikimedia.org/US Navy)

    Sebagai kapal pendarat, JS Kunisaki juga dilengkapi Landing Craft Air Cushion (LCAC).

    LCAC merupakan kendaraan pendarat berbasis bantalan udara yang dapat bergerak dari laut menuju daratan. Kendaraan ini memungkinkan berbagai peralatan dan logistik diangkut langsung dari kapal ke wilayah daratan.

    Kemampuan tersebut penting dalam operasi bantuan bencana, terutama ketika akses menuju lokasi terdampak sulit dijangkau melalui jalur darat maupun pelabuhan konvensional.

  4. 4. Berpengalaman dalam misi kemanusiaan

    Agus Subiyanto, Jepang
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ketika meninjau kapal JS Kunisaki milik militer Jepang di Kalimantan Barat. (Dokumentasi Puspen TNI)

    Selain operasi militer, kapal pendarat JS Kunisaki ini juga merupakan salah satu kapal perang yang paling dikenal dalam operasi bantuan kemanusiaan karena bencana alam. Beberapa yang terkenal diantaranya adalah: kapal ini terlibat dalam bantuan kemanusiaan dan pemulihan usai Aceh diterjang gempa bumi dan tsunami dahsyat di tahun 2004 silam. Pada tahun 2011, JS Kunisaki juga terlibat dalam misi bantuan kemanusiaan setelah gempa bumi dan tsunami Tohoku di Jepang serta sejumlah misi kemanusiaan lainnya dalam Pacific Partnership.

    Menurut laman Marine Insight, sebagai bagian operasi bantuan kemanusiaan, operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan ini merupakan operasi misi pemadaman kebakaran lahan pertama di luar negeri yang dilakukan oleh Pasukan Bela Diri Jepang. Misi pemadaman kebakaran di Indonesia diklasifikasikan sebagai respon darurat bencana alam. Setelah pemerintah Indonesia meminta bantuan, Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Jepang mengadakan pembicaraan pada tanggal 28 Agustus 2026. Menteri Pertahanan Jepang kemudian memerintahkan Komandan Komando Operasi Gabungan untuk melaksanakan misi bantuan penanggulangan karhutla tersebut.

    Belajar dari pengalaman ini, semoga Indonesia semakin banyak memiliki alat-alat untuk penanggulangan kebakaran hutan dan bencana alam lainnya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More