Banjarmasin, IDN Times - Basakalimantan Wiki (BkW) menggelar agenda Wiki Bakunjang di sejumlah sekolah di Kalimantan Selatan pada Selasa, 7 Januari 2026. Kegiatan ini mengangkat topik praktik pernikahan usia dini atau dalam bahasa Banjar dikenal sebagai kawin anum, yang hingga kini masih ditemukan di sejumlah wilayah meski telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan.
Dalam kegiatan tersebut, BkW menggunakan pendekatan bahasa daerah, khususnya Bahasa Banjar, untuk membuka ruang diskusi yang lebih terbuka dan partisipatif bagi remaja. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membahas isu sensitif, termasuk maraknya praktik pernikahan usia dini di masyarakat Kalimantan Selatan.
Wiki Bakunjang dilaksanakan di dua lokasi, yakni SMAN 2 Karang Intan dan MAN 4 Banjar, Kabupaten Banjar. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Wikithon Partisipasi Publik (WPP) ke-5, yang bertujuan mendorong partisipasi pemuda dalam membahas isu-isu sosial melalui literasi digital dan penggunaan bahasa daerah.
Di SMAN 2 Karang Intan yang terletak di kaki Bukit Pamaton, kegiatan diikuti oleh 35 siswa dan berlangsung di ruang multimedia sekolah. Sementara itu, di MAN 4 Banjar yang berada di dekat pusat Kota Martapura, diskusi dihadiri sekitar 106 siswa.
