Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman merilis hasil laboratorium terkait dugaan pencemaran limbah pengeboran oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). (Dok. FKIP Unmul)
Sebelumnya, keterangan tertulis Dony Indrawan, Manager Comrel & CID PT Pertamina Hulu Indonesia mengklaim, mereka prihatin atas kejadian gagal panen kerang darah yang terjadi pada musim hujan kali ini dan memahami kesulitan yang ditimbulkan oleh kejadian tersebut terhadap masyarakat yang terdampak di Kecamatan Muara Badak, khususnya di Desa Tanjung Limau.
Oleh karena itu, sebagai anggota masyarakat yang baik, perusahaan bersama pemerintah daerah Kutai Kartanegara, khususnya Dinas Sosial, telah memberikan bantuan kepada petani kerang darah yang terdampak pada Maret lalu.
Pertamina mengaku menjalankan operasi hulu migas sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Donny mengatakan, perusahaan senantiasa bekerja sama dengan pemerintah dalam proses ini dan akan menghormati setiap tindakan sebagai wujud komitmen untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan di lingkungan perusahaan.