Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi alasan mengapa hal-hal kecil lebih penting dari pencapaian besar.
Ilustrasi alasan mengapa hal-hal kecil lebih penting dari pencapaian besar. (pexels.com/Anastasia Lashkevich)

Setiap orang pernah berada di fase ketika hidup terasa begitu berat. Bukan karena kurang berusaha, melainkan karena situasi memang tidak berpihak. Pada titik ini, kata “semangat” kerap terdengar hampa, sementara motivasi terasa jauh dari realitas yang sedang dijalani.

Di Finlandia, terdapat sebuah filosofi hidup bernama Sisu. Konsep ini lahir dari pengalaman panjang masyarakat Finlandia menghadapi alam yang keras, musim dingin ekstrem, serta berbagai keterbatasan hidup. Sisu bukan tentang optimisme berlebihan atau keyakinan semu, melainkan kekuatan batin yang tenang untuk terus melangkah ketika satu-satunya pilihan adalah bertahan.

Berikut ulasan mengenai Sisu, filosofi hidup masyarakat Finlandia dalam menghadapi masa sulit.

1. Apa itu Sisu dan dari mana ia berasal

Ilustrasi Quotes Self-Esteem untuk Menghargai Diri dengan Penuh Kasih. (pexels.com/IRINA LYADOVA)

Sisu merupakan istilah khas Finlandia yang sulit diterjemahkan secara harfiah. Secara umum, Sisu menggambarkan keteguhan hati, keberanian, dan daya tahan mental yang muncul ketika seseorang hampir menyerah, tetapi tetap memilih melangkah satu langkah lagi.

Filosofi ini tumbuh dari konteks sejarah dan geografis Finlandia. Hidup di tengah cuaca ekstrem membentuk mentalitas bahwa tidak semua kondisi bisa diubah. Dalam situasi tertentu, hidup harus dijalani dengan keteguhan dan ketahanan batin.

2. Sisu bukan sekadar kuat, tapi tahan

Ilustrasi Hal yang Membuatmu Terlihat Kuat, padahal Sebenarnya Rapuh. (pexels.com/KoolShooters)

Berbeda dengan konsep keberanian yang kerap digambarkan secara heroik, Sisu bersifat sunyi dan personal. Ia tidak menuntut pengakuan atau hasil instan. Sisu hadir dalam keputusan sederhana, seperti tetap bangun meski lelah, tetap jujur meski sulit, dan tetap berjalan meski langkah terasa berat.

Dalam perspektif psikologis, Sisu bukan berarti menekan emosi. Sebaliknya, filosofi ini mengajarkan untuk tetap berfungsi meski perasaan sedang tidak baik-baik saja. Rasa sakit diakui, tetapi tidak dibiarkan menghentikan langkah.

3. Sisu dan ketahanan mental di masa sulit

Ilustrasi Tips Menenangkan Pikiran saat Hati Terlalu Berisik. (pexels.com/lee starry)

Sisu juga berperan penting dalam membangun ketahanan mental. Ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana, Sisu mengajarkan bahwa seseorang tidak harus selalu merasa kuat untuk bisa bertahan. Yang dibutuhkan adalah komitmen sederhana untuk tidak menyerah hari ini.

Ketahanan mental yang lahir dari Sisu membuat seseorang lebih adaptif menghadapi krisis. Fokus tidak lagi pada menyalahkan diri sendiri atau keadaan, melainkan pada langkah kecil yang masih bisa dilakukan.

4. Menerapkan Sisu dalam kehidupan sehari-hari

Ilustrasi Tanda Kamu Memaksakan Senyum untuk Menutupi Luka Emosional. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menerapkan Sisu bukan berarti memaksakan diri tanpa batas. Filosofi ini justru menekankan kejujuran terhadap kondisi diri. Mengakui kelelahan, meminta bantuan, dan mengambil waktu istirahat dipandang sebagai bagian dari upaya bertahan, bukan tanda kegagalan.

Dalam kehidupan modern, Sisu dapat diwujudkan melalui konsistensi kecil, seperti menjaga nilai diri, menyelesaikan hari dengan kemampuan terbaik yang dimiliki, serta memberi ruang untuk pulih sebelum melangkah kembali.

Sisu mengingatkan bahwa tidak semua fase hidup menuntut kemenangan. Ada masa-masa ketika yang paling penting hanyalah bertahan. Dalam keteguhan yang sunyi itulah, Sisu hadir sebagai kekuatan yang tidak selalu terlihat, namun nyata membantu seseorang melewati masa sulit, satu hari demi satu hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team