Balikpapan, IDN Times - Dosen ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) menilai keberadaan kilang Pertamina Balikpapan belum memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Kilang pengolahan BBM berkapasitas 360 ribu barel per hari itu disebut lebih sebagai proyek strategis nasional yang menjadi kebijakan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan BBM di kawasan Indonesia timur.
“Apakah dengan adanya kilang di Balikpapan harga bensin dan solar akan lebih murah? Tentu tidak,” ujar dosen Fakultas Ekonomi Unmul, Purwadi Purwoharsojo, di Balikpapan, Selasa (3/2/2026).
Pemerintah diketahui baru saja meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang Pertamina Balikpapan. Megaproyek infrastruktur energi terintegrasi tersebut menyedot investasi hingga Rp123 triliun dan masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
