Samarinda, IDN Times - Sebulan lebih berlalu sejak pembunuhan tragis terhadap Rusel (60), tokoh adat Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser.
Namun hingga kini, polisi belum berhasil menangkap pelaku.
Rusel diyakini menjadi korban dalam konflik seputar penolakan warga terhadap aktivitas hauling batu bara yang dilakukan PT Mantimin Coal Mining (MCM). Penolakan ini telah lama menjadi isu utama di Dusun Muara Kate.
Beberapa hari sebelum pembunuhannya, Rusel dan warga Dusun Muara Kate mengaku sering mendapat ancaman dan teror dari kelompok yang diduga mendukung operasional hauling PT MCM. Pada Jumat (15/11/2024), ancaman tersebut berubah menjadi serangan brutal.
Rusel ditemukan tewas dengan luka sayat di leher, sementara Ansouka (55), warga lainnya, mengalami luka serupa dan harus dirawat intensif. Keduanya diserang oleh orang tak dikenal (OTK) saat sedang berada di posko penolakan truk batu bara.