Samarinda, IDN Times - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, angkat bicara terkait polemik pengadaan kendaraan dinas baru untuk Gubernur Kaltim senilai Rp8,5 miliar. Pengadaan tersebut menuai sorotan publik karena dilakukan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dicanangkan pemerintah daerah. Sejumlah kalangan, termasuk legislatif dan pengamat, mempertanyakan urgensi belanja tersebut.
Menanggapi hal itu, Sri Wahyuni mengklaim bahwa pengadaan kendaraan telah melalui pertimbangan matang dan disesuaikan dengan kebutuhan kedinasan kepala daerah.
