Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan di Sumatra Utara. (Dok: Diskominfo Sumut)
Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan di Sumatra Utara. (Dok: Diskominfo Sumut)

Mahulu, IDN Times – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, mendorong Koperasi Merah Putih di seluruh desa menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan menggandeng berbagai pihak untuk pengembangan potensi desa.

“Koperasi Merah Putih bukan sekadar kewajiban administratif, tapi lahir dari kesadaran kolektif untuk membangun ekonomi dari desa,” ujar Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Mahulu, Wenefrida Kayang, di Ujoh Bilang diberitakan Antara, Selasa (15/7/2025).

1. Keunggulan kampung di Mahulu

Ilustrasi batu dinding di Mahakam Ulu (Dok.IDN Times/Istimewa)

Ia mengatakan, setiap kampung di Mahulu memiliki keunggulan masing-masing, seperti sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga pariwisata, yang dapat digali dan dikembangkan oleh koperasi di tingkat desa.

Pemkab Mahulu pun terus mendorong pendampingan berkelanjutan dan penerapan sistem evaluasi yang akuntabel untuk memperkuat tata kelola koperasi.

“Kami juga telah mengusulkan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pengelola koperasi melalui anggaran APBD Perubahan 2025. Ini bagian dari upaya memperkuat koperasi di tingkat kampung,” ungkap Wenefrida.

2. Koperasi Merah Putih sebagai laboratorium harapan

Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan di Sumatra Utara. (Dok: Diskominfo Sumut)

Menurutnya, pelatihan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sangat penting karena Pemkab ingin menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai ‘laboratorium harapan’—tempat masyarakat belajar, bekerja, dan tumbuh bersama.

Seluruh Koperasi Merah Putih di lima kecamatan Mahulu kini telah mengantongi Surat Keputusan Administrasi Hukum Umum (SK AHU) sebagai legalitas formal koperasi. SK tersebut telah diserahkan secara resmi pada Jumat pekan lalu.

3. Legalitas hanya masalah waktu

Koperasi Merah Putih (merahputih.kop.id)

Namun, Wenefrida menegaskan bahwa legalitas hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah konsistensi dalam pendampingan, pelatihan manajemen, dan penguatan kelembagaan.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi pengelola koperasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, lembaga, dan BUMDes yang telah mengelola unit usaha di desa.

Editorial Team