Lorong puskesmas disesaki korban keracunan MBG. (IDN Times/istimewa).
Agus mengatakan, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan korban belum keluar hingga saat ini.
“Untuk hasil uji lab, belum keluar,” ungkapnya.
Kuat dugaan keracunan makanan yang gejalanya mual dan muntah berasal dari perkedel tahu.
“Dugaan awal kejadian berasal dari perkedel tahu, yang dibuat jam tujuh malam pada hari Selasa, 3 Februari 2026. Kemudian diolah jam dua dini hari pada Rabu, 4 Februari 2026,” terangnya.
Agus mengatakan, dugaan keracunan menu MBG ini terjadi pada Rabu, 4 Januari 2026. Pagi Rabu itu, menu yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading, terdiri dari nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi dan wortel serta puding.
Pihaknya baru menerima laporan dugaan keracunan dari pihak sekolah pada Kamis (5/2/2026) pagi. Dalam laporan itu, banyak siswa yang tidak masuk sekolah dikarenakan mengalami mual dan muntah.
Menindaklanjuti informasi tersebut, pengawas gizi, pengawas keuangan, bersama asisten lapangan (aslap) langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Selanjutnya, pihak sekolah membawa anak-anak yang terdampak ke Puskesmas Marau.
“Jadi ini akibat menu yang didistribusikan pada hari Rabu kemarin, dan untuk hari Kamis (saat heboh keracunan) distribusi menu MBG dihentikan, karena fokus penanganan siswa yang dirawat,” tukasnya.