Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Foto proses revegetasi atau penanaman pohon kembali di bekas tambang
ilustrasi proses revegetasi atau penanaman pohon kembali di bekas tambang.

Kukar, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, bersama PT Baramulti Suksessarana (BSSR) Tbk memanfaatkan lahan bekas tambang batu bara seluas 1,5 hektare untuk program ketahanan pangan. Lahan tersebut ditanami bibit jagung pipil jenis 321 (Bisi 321 Simetal).

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif BSSR yang dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan pemerintah pusat maupun daerah.
“Pemkab Kukar memberi apresiasi tinggi atas program ini, karena mendukung upaya mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Aulia diberitakan Antara di Tenggarong, Minggu (24/8/2025).

1. Pengembangan sektor pertanian di Kukar

ilustrasi tanaman padi (pexels.com/ClickerHappy)

Menurutnya, melalui program “Kukar Idaman Terbaik”, sektor pertanian menjadi fokus utama daerah. Dukungan diberikan dalam bentuk bantuan sarana produksi, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan infrastruktur pertanian.

2. Era eksploitasi SDA akan berakhir

Proses evakuasi korban longsor tambang galian C. (Dokumentasi BNPB)

Aulia menegaskan, pemanfaatan lahan harus menjadi prioritas karena setelah era pertambangan berakhir, pertanian akan menjadi sektor unggulan Kukar. Apalagi Kukar memiliki lahan luas dan berpotensi menjadi penyangga utama kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Setiap hari ribuan pegawai dan pekerja konstruksi di IKN membutuhkan bahan pangan. Karena itu, Kukar harus siap menjadi lumbung pangan bukan hanya untuk Kaltim, tetapi juga bagi IKN,” ucapnya.

3. Pengembangan kawasan bekas tambang

ilustrasi jagung manis (unsplash.com/Vlad)

Ke depan, kawasan bekas tambang ini tak hanya ditanami jagung, tetapi juga dikembangkan menjadi kawasan pertanian terpadu dengan peternakan dan tanaman palawija lainnya.

Sebagai informasi, Kukar saat ini masih menjadi produsen padi terbesar di Kaltim. Pada 2023 produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 115.103 ton, sementara pada 2024 tercatat 106.553 ton GKG.

Editorial Team