Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Listrik Masuk Pedalaman, Pemprov Kaltim Andalkan PLTS untuk Wilayah 3T
PT PLN (Persero) memasang fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Derawan Berau Kaltim. Foto PLN

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke wilayah pedalaman dan terpencil melalui Program Desa Berlistrik. Langkah ini dilakukan untuk menghapus “titik gelap” di sejumlah kawasan di Benua Etam yang hingga kini belum menikmati layanan listrik memadai.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menegaskan, akses listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara merata tanpa terkendala kondisi geografis.

“Kita tidak ingin ada lagi warga yang produktivitasnya terhambat. Anak-anak di pedalaman juga harus bisa belajar dengan baik tanpa kendala listrik,” ujar Rudy Mas’ud dalam akun IG Pemprov Kaltim di Pendopo Odah Etam.

1. Aliran listrik PLN untuk desa di Kaltim

Potret PLTS Teluk Sumbang dari atas (Dok. Biro Humas Setrpov Kaltim)

Dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinan Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji, sebanyak 38 desa dan kampung di Kaltim berhasil mendapatkan aliran listrik dari PLN.

Penambahan tersebut mampu menekan jumlah desa yang belum teraliri listrik secara signifikan. Dari sebelumnya terdapat 110 desa berlistrik non-PLN, kini tersisa 72 desa yang masih dalam proses pemerataan layanan listrik.

2. Program pengembangan listrik desa di Kaltim

PT PLN (Persero) memasang fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Derawan Berau Kaltim. Foto PLN

Capaian itu merupakan hasil pelaksanaan Program Listrik Desa dan Program Pra-PLN berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dijalankan Pemprov Kaltim melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN. Program tersebut ditargetkan mampu mendorong rasio desa berlistrik di Kaltim mencapai 100 persen pada 2027.

“Percepatan ini menjadi prioritas agar keadilan energi benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari perkotaan hingga wilayah terluar,” kata Rudy.

Selain memperluas jaringan listrik, Pemprov Kaltim juga mengembangkan program PLTS Apdal atau alat penyalur daya listrik. Program ini menghadirkan sistem pembangkit listrik tenaga surya mandiri bagi wilayah yang belum dapat dijangkau jaringan PLN, khususnya daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal).

3. Menjangkau kawasan 3T di wilayah Kaltim

PT PLN (Persero) memasang fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Pulau Derawan Berau Kaltim. Foto PLN

Pemanfaatan energi surya dinilai menjadi solusi efektif karena mampu menjangkau kawasan yang sangat terpencil dan tersebar, sekaligus memanfaatkan potensi sinar matahari yang melimpah di Kalimantan Timur.

Program tersebut tidak hanya menghadirkan penerangan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan pelayanan dasar secara merata di seluruh wilayah Kaltim.

Editorial Team