Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_0779.jpeg
MBG di Kubu Raya viral karena datang telat. (IDN Times/istimewa).

Intinya sih...

  • SPPG meminta maaf atas keterlambatan distribusi MBG ke PAUD di Kubu Raya

  • Pihak SPPG melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi dan distribusi makanan

  • SPPG berkomitmen untuk meningkatkan ketepatan waktu distribusi, memperketat pengawasan kualitas makanan, dan membuka ruang komunikasi lebih intensif dengan sekolah dan orang tua

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kubu Raya, IDN Times - Viral di media sosial terkait SPPG di Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) telat mengantarkan Makan Bergizi Gratis (MBG) ke PAUD Kuala Karya, Desa Kuala 2, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar.

Mobil MBG datang setelah siswa PAUD pulang sekolah, sekitar pukul 11.00 WIB. Sebuah video viral di media sosial, salah seorang guru menyebut, kegiatan belajar di PAUD tersebut selesai sekitar pukul 09.30 WIB. Namun, makanan MBG baru tiba sekitar pukul 11.00 WIB.

Kondisi itu membuat sekolah bersama wali murid memutuskan menolak distribusi makanan.

1. SPPG minta maaf

Kepala SPPG Kubu Raya minta maaf. (IDN Times/Istimewa).

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala SPPG Lanud Supadio, Fani Noviyanti, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi dan ketidaknyamanan yang dirasakan pihak sekolah maupun wali murid.

Fani menegaskan, tanggung jawab operasional produksi dan distribusi sepenuhnya berada di bawah SPPG yang dipimpinnya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi yang terjadi. Tanggung jawab operasional produksi dan distribusi sepenuhnya berada pada SPPG, sehingga evaluasi dan perbaikan menjadi tanggung jawab resmi kami,” ungkap Fani dalam keterangan video, Kamis (19/2/2026).

2. Lakukan evaluasi

MBG di Kubu Raya telat datang mengantar. (IDN Times/istimewa).

Fani bilang, pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan bahan, produksi, hingga sistem distribusi guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Menurut Fani, setiap laporan dan masukan dari masyarakat menjadi perhatian serius bagi tim SPPG, termasuk terkait kualitas menu yang dipersoalkan.

3. Perketat pengawasan makanan dan waktu distribusi

Sekolah di Kubu Raya tolak MBG karena datang telat. (IDN Times/istimewa).

Ke depan, SPPG berkomitmen meningkatkan ketepatan waktu distribusi, memperketat pengawasan kualitas makanan, serta membuka ruang komunikasi lebih intensif dengan sekolah dan orang tua.

“Kami percaya perbaikan dapat dilakukan melalui koordinasi dan itikad baik semua pihak,” tukasnya.

Editorial Team