Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (IDN Times/Teri).

Kubu Raya, IDN Times - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah yang belakangan ramai diperbincangkan.

Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Menkes Budi saat kunjungan kerja ke RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI), Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (7/2/2026).

1. Penularannya lewat kelelawar

ilustrasi virus Nipah yang dibawa oleh kelelawar buah (unsplash.com/Peter Neumann)

Menurut Budi, masyarakat Kalbar perlu waspada karena virus Nipah memiliki gejala yang mirip dengan penyakit virus lainnya, namun berisiko tinggi menyebabkan kematian. Ia menjelaskan, gejala infeksi virus Nipah meliputi demam, flu, pusing, penurunan kesadaran, gangguan pernapasan berat, hingga berujung kematian.

“Penularannya biasanya berasal dari kelelawar, bisa melalui buah yang dimakan atau lewat hewan seperti babi, kemudian menular ke manusia,” ujar Budi Gunadi.

2. Pastikan mengolah makanan dengan baik dan matang

ilustrasi orang yang mengalami gejala awal infeksi virus Nipah (unsplash.com/Tawfiqu barbhuiya)

Budi juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan, khususnya yang berpotensi terkontaminasi cairan tubuh hewan pembawa virus.

Di sejumlah negara, lanjutnya, kasus virus Nipah ditemukan akibat konsumsi buah yang terpapar atau produk hewan yang tidak diolah dengan baik. Oleh karena itu, masyarakat diminta memastikan makanan dalam kondisi bersih dan matang sebelum dikonsumsi.

“Jika berada di daerah berisiko, hindari buah yang tidak jelas kebersihannya dan pastikan daging dimasak dengan benar,” imbaunya.

3. Penularan juga terjadi lewat droplet

Partikel virus Nipah (hijau). (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)

Selain penularan dari hewan, virus Nipah juga dapat menyebar antarmanusia melalui droplet dalam kondisi tertentu. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan, termasuk di fasilitas pelayanan kesehatan.

Menkes Budi berharap edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular baru sehingga potensi penyebaran virus dapat dicegah sejak dini.

Editorial Team