Tiga personel Coffternoon. (IDN Times/istimewa).
Coffternoon terbentuk pada 2012 dan merilis album pertama pada 2016 dengan formasi paling utuh yakni Wing sebagai vokal, Galih penggesek biola, Rio pada bass, Aji gitar, dan Paton di cajon. Band ini sebelumnya juga telah kehilangan salah satu personelnya, Haris Mutiar atau Bang Bo.
Setelah kepergian Bang Bo, hadir Rio Kacank yang bergabung dengan grup band pop asal Pontianak, Coffternoon, sebagai pemain bassist.
Ajir menegaskan bahwa Coffternoon tidak pernah bubar, melainkan hanya vakum sejak penampilan terakhir mereka sebelum pandemi Covid-19.
“Coffternoon itu nggak pernah bubar. Cuma vakum. Dan buat kami, wajah Cofternoon itu Wing. Nggak ada vokalis lain yang bisa menggantikan dia,” terang Ajir.
Dia menambahkan, kepergian Wing membuat separuh kekuatan Coffternoon terasa hilang. Meski begitu, mereka berharap karya-karya Coffternoon akan terus hidup dan didengarkan masyarakat.
“Harapan kami sekarang, lagu-lagu Coffternoon tetap didengar sampai kapan pun. Di situlah kita sama-sama mengenang Wing, mengenang karya-karyanya,” ujar Ajir.
Ajir juga menyebut bahwa jika suatu saat lagu Coffternoon dibawakan kembali, itu semata-mata untuk mengenang sosok Wing dan Bang Bo.
“Biar Coffternoon abadi di hati pendengar. Mungkin menemani masa remaja mereka, masa pacaran mereka. Itu sudah cukup buat kami,” tukasnya.