Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
antarafoto-banjir-di-tebing-tinggi-kalimantan-selatan-1766894416.jpg
Ilustrasi petugas gabungan mengevakuasi warga dengan menggunakan perahu karet di Desa Juuh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Sabtu (27/12/2025). ANTARA FOTO/Ragil Darmawan/Lmo/sgd

Banjarmasin, IDN Times - Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kembali turun langsung meninjau sejumlah titik banjir yang belum surut akibat pasang air laut dan kiriman air dari hulu menyusul tingginya intensitas hujan.

Peninjauan lapangan dilakukan Yamin di Banjarmasin, Jumat (9/1/2026) dengan berkeliling menggunakan sepeda motor ke sejumlah kawasan yang masih tergenang banjir hampir sepekan terakhir.

Rute peninjauan dimulai dari Jalan Mahat Kasan, Komplek Satelit, Komplek DPR Masjid Asshobirin, Komplek Kayu Manis, hingga Jalan Pramuka tepatnya di jembatan depan Komplek Grand Pramuka. Seluruh lokasi tersebut berada di wilayah Banjarmasin Timur.

“Kita cari solusi, di mana letak permasalahannya sehingga genangan air tidak juga surut,” ujar Yamin dilaporkan Antara.

1. Kondisi banjir mulai surut

ilustrasi evakuasi warga saat banjir (unsplash.com/Iqro Rinaldi)

Menurutnya, kondisi pasang air laut sebenarnya sudah mulai menurun. Meski demikian, debit air kiriman dari hulu Sungai Martapura, Kabupaten Banjar, masih cukup tinggi, meski tidak separah pada periode 1–4 Januari 2026.

“Artinya, ada persoalan pada sistem saluran air yang seharusnya sudah lancar,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Yamin menemukan sejumlah indikasi penyebab banjir, di antaranya adanya bangunan yang melanggar sempadan sungai serta saluran drainase yang tersumbat.

2. Temuan soal banjir akan ditindaklanjuti

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin. (istimewa)

Ia menegaskan akan segera menindaklanjuti temuan tersebut agar aliran air kembali normal.

“Semoga banjir ini segera berakhir dan genangan bisa teratasi. Kami akan terus berupaya dan bekerja sama dengan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

3. Persoalan lingkungan jadi perhatian

Peninjauan TPA Basirih oleh Wali Kota Banjarmasin dan jajaran.

Selain itu, Yamin mengimbau para pemilik usaha yang berada di tepi jalan dan sungai di Kota Banjarmasin agar lebih memperhatikan kondisi drainase serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Jangan membuang sampah ke sungai karena dapat menyumbat aliran air dan memperparah banjir,” katanya.

Editorial Team