Samarinda, IDN Times - Subsektor perkebunan rakyat di Provinsi Kalimantan Timur berhasil mendorong kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 menjadi 149,83. Angka tersebut menunjukkan tingkat kesejahteraan petani di Kaltim tergolong baik karena berada jauh di atas angka keseimbangan 100.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat terdapat lima subsektor yang disurvei, yakni tanaman pangan (NTPP), hortikultura (NTPH), tanaman perkebunan rakyat (NTPR), peternakan (NTPT), serta perikanan atau nelayan dan pembudidaya ikan (NTNP).
Kepala BPS Kaltim, Mas'ud Rifai, mengatakan dari lima subsektor tersebut, dua subsektor mengalami kenaikan NTP, dengan kenaikan tertinggi berasal dari subsektor tanaman perkebunan rakyat.
“Subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 2,24 persen dan menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan NTP secara keseluruhan,” ujarnya diberitakan Antara di Samarinda, Senin (11/5/2026).
