Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Olm, Hewan Unik yang Bisa Hidup Hingga 100 Tahun di Dalam Gua Gelap
Plm (commons.m.wikimedia.org/Bostjan Burger)

Olm, salamander air yang hidup di gua-gua gelap, menjadi salah satu spesies unik yang menarik perhatian para peneliti. Hewan dengan nama ilmiah Proteus anguinus ini dikenal memiliki bentuk tubuh dan kemampuan adaptasi yang tidak biasa.

Olm merupakan anggota famili Proteidae dengan panjang tubuh berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter, meski beberapa individu dapat mencapai 40 sentimeter. Betina umumnya berukuran lebih besar dibandingkan jantan. Tubuhnya berbentuk silindris dengan ekor pendek yang pipih ke samping.

Ciri khas lain dari olm adalah jumlah jari yang lebih sedikit dibandingkan amfibi lain. Kaki depan hanya memiliki tiga jari, sedangkan kaki belakang dua jari. Kulitnya tipis dengan pigmen yang sangat minim, membuat warnanya tampak putih kekuningan hingga merah muda. Menariknya, kulit olm dapat menggelap jika terpapar cahaya dalam waktu lama.

1. Wilayah penyebaran olm

Olm (animalia.bio)

Olm hidup di perairan bawah tanah di kawasan Pegunungan Alpen Dinarik, dekat Laut Adriatik. Mereka biasanya ditemukan di gua batu kapur dengan air yang kaya oksigen, memiliki tingkat keasaman ringan, serta suhu dingin berkisar 5 hingga 15 derajat Celsius.

Hewan ini dapat hidup hingga kedalaman 380 meter di dalam gua. Dalam kondisi tertentu, olm juga bisa terbawa arus hingga ke sungai saat hujan deras.

2. Apa yang dimakannya?

Olm (animalia.bio)

Olm memangsa berbagai organisme kecil seperti larva serangga, cacing, ikan kecil, hingga siput air tawar. Meski memiliki gigi kecil, olm tidak mengunyah makanan, melainkan menelannya secara utuh.

Kemampuan bertahan hidup olm tergolong luar biasa. Saat makanan melimpah, mereka dapat menyimpan cadangan energi dan bertahan tanpa makan selama bertahun-tahun. Bahkan, dalam kondisi ekstrem, olm mampu menurunkan metabolisme hingga sangat rendah.

3. Hidup dalam kelompok

Plm (animalia.bio)

Olm hidup berkelompok di bawah bebatuan atau celah sempit di dalam gua. Mereka dikenal tidak agresif, bahkan saat musim kawin. Interaksi antarjantan umumnya hanya berupa ancaman tanpa perkelahian.

Meski buta, olm memiliki kemampuan sensorik yang sangat tajam. Mereka dapat mendeteksi mangsa melalui zat kimia di air, merasakan getaran dan perubahan tekanan, serta memiliki organ elektrosensitif untuk mendeteksi medan listrik. Olm juga mampu merespons cahaya dan cenderung menghindarinya.

4. Banyak adaptasi yang membantunya hidup di habitat ekstrem

Plm (animalia.bio)

Informasi mengenai sistem reproduksi olm masih terbatas karena sulitnya observasi di habitat aslinya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa olm kemungkinan memiliki sistem perkawinan poligami.

Betina dapat menghasilkan hingga 70 butir telur yang diletakkan di sela bebatuan. Masa inkubasi telur bergantung pada suhu air, yakni sekitar 86 hingga 140 hari.

Olm membutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai kematangan seksual, yakni sekitar 14 tahun. Di alam liar, hewan ini dapat hidup hingga 68 tahun, bahkan diperkirakan mampu mencapai usia 100 tahun.

5. Sistem perkawinan olm

Plm (commons.m.wikimedia.org/Syrio)

Meski memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa, olm kini masuk dalam kategori rentan (Vulnerable). Penurunan populasi terjadi akibat perubahan habitat dan aktivitas manusia yang mengganggu ekosistem gua.

Dengan keunikan dan daya tahan yang luar biasa, olm menjadi salah satu spesies langka yang patut dilindungi. Kelestariannya sangat bergantung pada upaya konservasi yang berkelanjutan di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team