Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Overthinking Bisa Picu Stres, Ini Cara Mengendalikannya dengan Bijak
Pexels

Berpikir merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Proses ini terjadi secara alami dan dapat berkembang seiring waktu. Namun, ketika berpikir dilakukan secara berlebihan atau dikenal sebagai overthinking, dampaknya justru bisa merugikan, baik bagi kesehatan mental maupun fisik.

Bagi sebagian orang, overthinking kerap terjadi tanpa disadari. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menguras energi dan waktu tanpa hasil yang sepadan. Alih-alih mengambil tindakan, seseorang justru terjebak dalam lingkaran pikiran yang berulang.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi memicu stres hingga gangguan mental, seperti depresi dan serangan panik. Karena itu, penting untuk mengenali dan mengelola overthinking sejak dini.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi overthinking:

1. Cobalah terapi perilaku kognitif (CBT)

Pexels

Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan metode terapi psikologis yang membantu seseorang memahami keterkaitan antara pikiran, perasaan, sensasi fisik, dan tindakan.

Melalui CBT, seseorang dapat belajar mengidentifikasi pola pikir negatif dan mengubahnya menjadi lebih rasional serta positif. Pendekatan ini juga membantu menemukan solusi terhadap masalah secara lebih efektif.

2. Buatlah jadwal "Masa Khawatir" minimal 30 menit dalam sehari

Pexels

Rasa khawatir umumnya berkaitan dengan hal-hal yang belum terjadi dan cenderung bersifat negatif. Meski wajar, kekhawatiran yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental.

Untuk mengatasinya, cobalah mengalokasikan waktu khusus, misalnya 20–30 menit dalam sehari, untuk memikirkan hal-hal yang dikhawatirkan. Setelah itu, latih diri untuk berhenti dengan melakukan teknik relaksasi atau memberi sugesti tegas pada diri sendiri.

3. Ubah skenario 'bagaimana jika' menjadi 'jika atau maka'

Pixels

Overthinking sering dipicu oleh skenario “bagaimana jika” yang belum tentu terjadi. Untuk mengatasinya, ubah sudut pandang menjadi lebih positif dan realistis.

Sebagai contoh, daripada berpikir, “Bagaimana jika aku gagal?”, ubah menjadi, “Apa yang bisa aku lakukan agar berhasil?” Pendekatan ini membantu mengarahkan fokus pada solusi, bukan sekadar kekhawatiran.

4. Lakukan kegiatan positif untuk mengalihkan pikiran

Pexels

Mengalihkan perhatian ke aktivitas yang bermanfaat dapat membantu mengurangi intensitas pikiran negatif. Kegiatan sederhana seperti membaca buku, menonton film, atau berjalan santai bisa menjadi pilihan.

Selain itu, aktivitas fisik ringan juga terbukti membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan suasana hati.

5. Bingkai ulang pikiran negatif

Pixabay

Memendam pikiran dan perasaan sendiri justru dapat memperburuk overthinking. Cobalah berbagi cerita dengan teman atau orang yang dipercaya.

Meski tidak selalu mendapatkan solusi, setidaknya berbagi dapat membantu meringankan beban pikiran dan memberikan sudut pandang baru.

6. Tingkatkan Self Compassion

Unsplash

Memiliki rasa welas asih terhadap diri sendiri (self-compassion) menjadi kunci penting dalam mengatasi overthinking. Hindari kebiasaan menyalahkan diri atas kesalahan atau kegagalan.

Sebaliknya, belajarlah menerima ketidaksempurnaan sebagai bagian dari proses hidup. Dengan bersikap lebih ramah pada diri sendiri, kamu dapat membangun ketenangan dan keseimbangan emosional.

Pada akhirnya, berpikir memang penting, namun tidak perlu berlebihan. Dengan mengelola pola pikir secara bijak, kamu dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan fokus pada solusi, bukan sekadar masalah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team