Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Panic Buying Jelang Idul Fitri? Antrean BBM di Pontianak Jadi Sorotan
Ilustrasi antrean panjang di SPBU. (Foto: Junaidin Zai)

Pontianak, IDN Times - Viral video warga memperlihatkan antrean mengular di sejumlah SPBU di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Warga diduga panic buying, berbondong-bondong mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax.

Hal ini terjadi di sejumlah SPBU di Pontianak sejak Minggu (8/3/2026). Di bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah warga diduga takut kehabisan BBM.

Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

1. Pertamina siapkan Satgas Ramadan dan Idul Fitri

Pertamina Patra Niaga siapkan satgas Rafi 2026. (IDN Times/Teri).

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah pengamanan distribusi energi melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (RAFI) tahun 2026.

Dia menuturkan, Satgas tersebut akan berlangsung mulai 9 Maret hingga 1 April 2026, guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM selama periode meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Kami dari Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyampaikan bahwa dalam rangka Ramadan dan Idulfitri, terhitung 9 Maret sampai 1 April, Pertamina memulai masa Satgas,” jelasnya, Senin (9/3/2026).

Selama masa Satgas tersebut Pertamina akan melakukan penguatan infrastruktur energi, mulai dari pengawasan depot hingga sistem distribusi menuju SPBU.

2. Terdapat peningkatan konsumsi pertalite di Pontianak

Ilustrasi antrean di SPBU Merak Jingga Medan berangsur normal, Kamis (4/12/2025) (IDN Times/Doni Hermawan)

Sementara itu, Sales Area Manager (SAM) Retail Kalbar, Widhi Tri Adhi Hidayat menuturkan, dalam beberapa hari ini konsumsi BBM jenis Pertalite di Kota Pontianak mengalami peningkatan menjelang Idulfitri 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut,PT Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Kalimantan Barat telah menambah pasokan BBM di sejumlah SPBU.

Widhi mengatakan, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan sejak sepekan sebelumnya, salah satunya dengan meningkatkan stok BBM di SPBU serta LPG di pangkalan.

“Langkah yang kita ambil, satu minggu sebelumnya kita sudah melakukan up stok di tiap SPBU serta di pangkalan LPG. Harapannya masyarakat yang merayakan Idulfitri kebutuhannya bisa tersedia,” terangnya.

Menurut Widhi, peningkatan konsumsi BBM mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Pontianak. Tercatat terjadi kenaikan konsumsi gasolin seperti Pertalite dan Pertamax sekitar 18 hingga 20 persen dibanding hari normal.

“Beberapa hari ini ada peningkatan konsumsi masyarakat khususnya di wilayah Pontianak, terhitung dari dua hari lalu sekitar 18 sampai 20 persen peningkatan konsumsi gasolin seperti Pertalite maupun Pertamax,” ucapnya.

3. Pertamina tambah 72.000 liter

Sales Area Manager (SAM) Retail Kalbar, Widhi Tri Adhi Hidayat. (IDN Times/Teri).

Untuk memastikan ketersediaan BBM tetap aman, Pertamina juga melakukan penambahan stok distribusi ke SPBU, termasuk pengiriman tambahan pada malam hari sekitar 72 ribu liter.

Sedangkan untuk wilayah hulu Kalimantan Barat, distribusi BBM disebut masih berjalan lancar. Bahkan, Pertamina juga melakukan penambahan suplai di sejumlah daerah, termasuk di Kapuas Hulu.

“Khususnya di Kapuas Hulu juga dilakukan penambahan suplai agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” terangnya.

Meski terjadi peningkatan konsumsi, Pertamina memastikan stok BBM untuk SPBU di Kota Pontianak maupun wilayah Kalimantan Barat secara umum masih dalam kondisi aman.

Widhi pun mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

“Kami mengimbau masyarakat khususnya di Kota Pontianak untuk membeli secara wajar, tidak berlebihan dan tidak panik. Karena kami pastikan suplai dan stok BBM di SPBU, baik di Pontianak maupun Kalbar, dalam kondisi aman,” tukasnya.

Editorial Team