Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BBPJN Kaltim memperkirakan pembangunan fender Jembatan Mahakam butuh anggaran mencapai Rp35 miliar . (Dok. Istimewa)
BBPJN Kaltim memperkirakan pembangunan fender Jembatan Mahakam butuh anggaran mencapai Rp35 miliar . (Dok. Istimewa)

Balikpapan, IDN Times - Insiden tongkang menabrak Jembatan Mahakam di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) pada Minggu (16/2/2025) kemarin, berbuntut panjang. Diketahui insiden yang terjadi Minggu sore ini membuat dua buah fender alias pelindung Jembatan Mahakam roboh dan tenggelam di sungai. 

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Hendro Satrio MK, memperkirakan perlu anggaran sekitar Rp35 miliar untuk membangun kembali fender Jembatan Mahakam yang roboh. 

"Itu terdiri dari biaya untuk mengangkat bangkai fender dan membangun kembali dua fender di lokasi yang sama," kata Hendro di Balikpapan, Senin (24/2/2025). 

1. BBPJN tuntut perusahan ganti rugi

Kepala BBPJN Kaltim, Hendro Satrio MK. (IDN Times / Erik Alfian)

Atas insiden ini, Hendro menuntut ganti rugi kepada PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra, selaku pemilik tongkang yang menabrak fender dan pilar Jembatan Mahakam. 

"Iya kami akan mengklaim biaya perbaikan fender kepada perusahaan yang menabrak," kata ujar Hendro. 

2. Perusahaan siap bertanggungjawab

Rapat lintas sektoral membahas insiden ditabraknya Jembatan Mahakam. (IDN Times / Erik Alfian)

Hendro menambahkan, dalam rapat dengan sejumlah stake holder di Balikpapan, Senin (24/2/2025), pihak PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra juga sudah sanggup untuk bertanggungjawab membangun kembali fender. 

"Tadi di dalam rapat mereka sudah siap tanggung jawab. Namun mereka masih akan mengkalkulasi nilai pembangunannya," kata Hendro. 

Sebab, kata Hendro, nilai pembangunan fender yang mencapai Rp35 miliar masih merupakan perkiraan dari BBPJN Kaltim. 

"Mereka masih mau menghitung nilai real-nya berapa. Tapi secara umum mereka siap bertanggungjawab," tegas Hendro. 

3. Pembangunan fender butuh waktu hingga 2 bulan

BBPJN Kaltim memperkirakan butuh waktu 2-3 bulan untuk membangun fender Jembatan Mahakam. (IDN Times / Erik Alfian)

Hendro mengatakan, setidaknya diperlukan waktu 2-3 bulan untuk pembangunan dua fender baru sebagai pelindung Jembatan Mahakam. 

"Karena harus membongkar dulu fender lama yang roboh. Setelah itu memasang pancang dan membangun fender di tempat yang sama. Jadi bisa 2-3 bulan," terang dia. 

4. Jembatan Mahakam bakal ditutup dua minggu

Sejumlah upaya juga disiapkan agar insiden tertabraknya Jembatan Mahakam tak terulang. (Dok. Istimewa)

Jembatan Mahakam di Kota Samarinda, yang sempat ditabrak tongkang pengangkut kayu, pada 16 Februari 2025 kemarin dipastikan akan ditutup sementara. Penutupan sementara jembatan yang sudah berumur lebih dari 30 tahun ini disepakati pada rapat yang berlangsung di Balikpapan, (Senin 24/2/2025).Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kaltim, Ketua Komisi II DPRD Kaltim dan anggotanya, BBPJN Kaltim, KSOP Kelas I A Samarinda, Pelindo, Polresta Samarinda, hingga pemilik kapal. 

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Masud mengatakan, hasil yang dihadiri stake holder terkait, disimpulkan akan dilakukan penutupan untuk investigasi menyeluruh terhadap kondisi Jembatan Mahakam.  Dirinya mengatakan, kemungkinan proses investigasi akan mulai dilakukann dalam waktu dekat.

"Kami ingin besok (25/2/2025) investigasi sudah bisa dilakukan," kata politikus Partai Golkar.

Editorial Team