Ilustrasi transaksi digital (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Pentingnya data yang akurat juga ditekankan oleh peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRPBAP3 KKP) Dr. Taruna Mulia.
“Data yang akurat dan real time akan menjadi dasar pengambilan kebijakan. Untuk itu dibutuhkan sistem yang terintegrasi, berbasis spasial dan didukung teknologi digital, sehingga mudah diakses,” terang Taruna.
Dalam kesempatan tersebut, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Universitas Mulawarman, dan Universitas Muhammadiyah menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Pemerintah Kabupaten Berau dan YKAN ini.
Para mitra tersebut juga menyatakan siap membantu mewujudkan program ketertelusuran udang di Kabupaten Berau. Untuk tahap awal, sistem informasi ketertelusuran ini akan dikembangkan dan diujicobakan di demplot tambak Shrimp-Carbon Aquaculture (SECURE) di Kabupaten Berau.
YKAN bersama BRPBAP3 KKP memperkenalkan pendekatan SECURE sebagai upaya merestorasi tambak menjadi mangrove, tanpa menurunkan produktivitas tambak milik masyarakat.
“Keberadaan sistem informasi ketertelusuran produksi ini akan membantu pembeli udang di seluruh dunia, untuk memastikan bahwa udang dari Kabupaten Berau berasal dari tambak tradisional yang ramah lingkungan, dan aman dikonsumsi,” jelas Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman.