Dinas KUMKMP Balikpapan menggelar sosialisasi bagi pelaku industri menengah Balikpapan (IDN Times/Fatmawati)
Sementara itu, Kepala Dinas KUMKMP Balikpapan Adwar Skenda Putra mengungkapkan, pandemik COVID-19 yang sudah hampir 2 tahun terjadi menghantam sektor perekonomian di dunia.
"Terlebih kota Balikpapan yang selama ini tumpuannya adalah jasa dan Industri. Hanya itu yang paling banyak diserap. Tidak punya sumber daya alam atau tambang," terangnya.
Potensi, meski ada, namun tak dikupas karena berlokasi di Hutan Lindung Sungai Wain yang merupakan resapan air Balikpapan. Karena ada banyak risiko maka pemerintah kota memiliki kebijakan tidak mengelola Sumber Daya Alam (SDA), terutama batu bara.
"Saat kepemimpinan Wali Kota Imdaad Hamid, dikeluarkan kebijakan Peraturan Wali Kota dan Keputusan Wali Kota tentang larangan batu bara di Balikpapan, karena ketika dipelajari recoverynya sangat mahal dibandingkan pendapatan daerah yang didapatkan," bebernya.
Itulah mengapa Balikpapan mengandalkan sektor industri dan jasa. Dengan turunnya level PPKM dari 4 ke 2 diharapkan bisa mendorong dan membangkitkan kembali.
"Meski di 2015 - 2016 Balikpapan juga pernah dihantam pada sektor perekonomian. Tapi saat itu UMKM masih bisa bertahan. Tapi saat ini UMKM juga terdampak pasca PPKM. Apalagi banyak kegiatan dilakukan offline," terangnya.
Sampai akhirnya belanja online menjadi keharusan. UMKM dan industri merambah ke offline. "Sehingga kami dari pemerintah mendorong kegiatan digital. Ini juga yang masih diterapkan rekan-rekan di industri bersama pemerintah kota," katanya.