Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perahu ces jadi transportasi utama untuk mendistribusikan logistik PSU Pilkada Kukar di beberapa desa di Kecamatan Kenohan. (Dok. Polsek Kenohan)
Perahu ces jadi transportasi utama untuk mendistribusikan logistik PSU Pilkada Kukar di beberapa desa di Kecamatan Kenohan. (Dok. Polsek Kenohan)

Tenggarong, IDN Times - Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (19/4/2025). Menjelang hari pencoblosan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kukar memastikan seluruh logistik pemilu telah terdistribusi ke 20 kecamatan pada Jumat (18/4/2025).

Namun, proses distribusi di Kecamatan Kenohan menghadirkan tantangan tersendiri. Selain letaknya yang jauh dari pusat kota, sebagian besar wilayah Kenohan hanya bisa diakses melalui jalur air. Untuk itu, pengangkutan logistik ke beberapa desa di kecamatan ini harus menggunakan transportasi air berupa perahu ces.

1. Akses terbatas, perahu ces jadi andalan

Perahu ces jadi transportasi utama untuk mendistribusikan logistik PSU Pilkada Kukar di beberapa desa di Kecamatan Kenohan. (Dok. Polsek Kenohan)

Kapolsek Kenohan, IPTU Nelson Eddy Bojoh, menjelaskan bahwa distribusi logistik PSU ke sejumlah desa seperti Tubuhan, Semayang, dan Teluk Bingkai memang hanya bisa dilakukan lewat sungai.

“Akses menuju ke sejumlah desa memang hanya bisa ditempuh menggunakan jalur sungai. Ada juga desa yang aksesnya terputus karena banjir. Jadi memang salah satu opsinya ya menggunakan perahu ces,” kata Nelson, Jumat (18/4/2025).

Untuk distribusi logistik di Desa Teluk Bingkai, misalnya, pengangkutan dilakukan menggunakan perahu ces terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan transportasi darat menuju desa-desa seperti Lamin Pulut dan Lamin Telihan.

"Jika hujan turun seperti baru-baru ini perjalanan ke dua desa itu juga sulit," ujar dia. 

2. Distribusi logistik penuh tantangan

Perahu ces jadi transportasi utama untuk mendistribusikan logistik PSU Pilkada Kukar di beberapa desa di Kecamatan Kenohan. (Dok. Polsek Kenohan)

Nelson mengungkapkan bahwa medan yang dilalui penuh tantangan. Kondisi ini membuat pembawa logistik PSU rawan salah jalur. Beberapa daerah harus dilalui melewati rawa dan dataran rendah dengan ketinggian air yang bisa mencapai satu meter. Walau tidak tergolong banjir besar, air sungai yang pasang cukup menyulitkan perjalanan.

“Distribusi ke lokasi terjauh bisa memakan waktu 1 hingga 2 jam jika menggunakan jalur darat. Kalau lewat jalur sungai, waktu tempuh bisa dua kali lipat. Risiko lainnya adalah perahu menabrak kayu sehingga terbalik atau logistik basah terkena air. Tapi sejauh ini, kami pastikan logistik PSU dalam kondisi aman,” tegasnya.

3. 19 personel dikerahkan, 7 perahu ces jadi andalan

Perahu ces jadi transportasi utama untuk mendistribusikan logistik PSU Pilkada Kukar di beberapa desa di Kecamatan Kenohan. (Dok. Polsek Kenohan)

Untuk mendukung kelancaran distribusi dan pengamanan, Polsek Kenohan menurunkan 19 personel di sembilan desa. Mereka bertugas memastikan logistik tiba tepat waktu di tempat pemungutan suara (TPS) dan dalam kondisi baik. Sebanyak tujuh perahu ces dikerahkan khusus untuk menjangkau daerah Teluk Bingkai dan sekitarnya.

“Malam ini kami targetkan seluruh logistik sudah tiba di TPS. Cuaca yang tidak menentu dan hujan yang sering turun jadi tantangan tersendiri. Kami berusaha semaksimal mungkin agar logistik tidak basah dan bisa digunakan oleh masyarakat,” ujar Nelson.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama proses PSU berlangsung di Kecamatan Kenohan.

Editorial Team