Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertamina Buka Suara soal Antrean di SPBU Kalbar yang Mengular
Integrated Terminal Manager Pontianak, Adi Wahyu Christianto. (IDN Times/istimewa)
  • Pertamina mengoperasikan Integrated Terminal Pontianak 24 jam, dari sebelumnya 16 jam, serta menambah armada untuk mempercepat pasokan BBM ke SPBU Kalimantan Barat.
  • Surutnya Sungai Kapuas menghambat pengangkutan energi lewat jalur air, sehingga Pertamina menyesuaikan distribusi dan mengoptimalkan armada demi memenuhi kebutuhan BBM.
  • Antrean panjang dipicu peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke Pertalite dan Biosolar, sementara keterbatasan lahan sejumlah SPBU membuat kendaraan meluber ke jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Barat (Kalbar) mendorong Pertamina memperkuat distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengoperasikan Integrated Terminal Pontianak selama 24 jam serta menambah armada pengangkutan BBM.

Kebijakan ini diambil untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU, terutama di wilayah yang mengalami lonjakan permintaan. Pertamina berharap langkah tersebut dapat menjaga ketersediaan energi dan mengurangi tekanan antrean di tengah masyarakat.

1. Operasional kini 24 jam, dan tambah armada pengangkutan

Armada pengangkutan ditambah. (IDN Times/istimewa).

Integrated Terminal Manager Pontianak, Adi Wahyu Christianto, mengatakan bahwa sebelumnya terminal beroperasi selama 16 jam sehari. Kini, jam operasional diperpanjang agar proses distribusi energi dapat berlangsung tanpa jeda.

“Operasional kami sebelumnya memang 16 jam, namun untuk memastikan pelayanan kami tetap berjalan, sekarang kami operasikan 24 jam,” kata Adi, Kamis (15/10/2026).

Menurut Adi, penambahan waktu operasional menjadi bagian dari upaya Pertamina mengoptimalkan pelayanan dan memastikan penyaluran BBM tetap berjalan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Selain mengoperasikan terminal sepanjang hari, Pertamina juga menambah armada pengangkutan, termasuk kendaraan bantuan dan armada pendukung lainnya. Penambahan tersebut diharapkan mampu memperkuat distribusi, khususnya ke SPBU dengan tingkat permintaan tinggi.

“Penambahan ini diharapkan memperkuat distribusi BBM, terutama ke wilayah yang mengalami kepadatan permintaan,” ujarnya.

2. Sungai Kapuas surut jadi tantangan distribusi

Pertamina percepat pendistribusian BBM di Kalbar. (IDN Times/istimewa).

Di balik upaya peningkatan distribusi, Pertamina masih menghadapi kendala kondisi alam. Surutnya Sungai Kapuas memengaruhi pengangkutan energi melalui jalur perairan sehingga penyaluran BBM ke sejumlah wilayah perlu disesuaikan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelancaran pasokan energi di Kalbar. Meski demikian, Pertamina menyatakan tetap berupaya memenuhi kebutuhan BBM masyarakat melalui optimalisasi jalur distribusi dan penguatan armada.

3. Peralihan konsumen picu lonjakan permintaan BBM subsidi

Proses pendistribusian BBM di Pontianak dipercepat. (IDN Times/istimewa).

Sementara itu, Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menilai antrean panjang di sejumlah SPBU berkaitan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Menurut Edi, sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi, seperti Pertamax, beralih membeli BBM bersubsidi. Perubahan ini meningkatkan tekanan permintaan terhadap Pertalite dan Biosolar.

“Sejak adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi, terjadi migrasi konsumen. Yang sebelumnya membeli Pertamax, misalnya, beralih ke BBM bersubsidi. Dalam situasi tertentu, antrean panjang lebih banyak terjadi pada Pertalite dan Biosolar,” ujar Edi.

Ia menjelaskan, meningkatnya permintaan bukan satu-satunya faktor yang membuat antrean terlihat panjang. Kondisi fisik SPBU, terutama keterbatasan lahan, turut memengaruhi situasi di lapangan.

Sejumlah SPBU tidak memiliki area antre yang cukup untuk menampung seluruh kendaraan. Akibatnya, kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM meluber hingga ke badan jalan dan menimbulkan kesan antrean semakin panjang.

“Banyak SPBU kita yang luas halamannya tidak besar. Ketika terjadi antrean, kendaraan langsung mengekor hingga ke jalan sehingga terlihat semakin panjang,” katanya.

4. Distribusi diperkuat untuk menjaga pasokan

Pendistribusian BBM di wilayah Kalbar. (IDN Times/istimewa).

Pertamina kini mengandalkan sejumlah langkah untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan BBM masyarakat, mulai dari memperpanjang operasional terminal menjadi 24 jam, menambah armada pengangkutan, hingga mengoptimalkan penyaluran ke SPBU yang membutuhkan pasokan tambahan.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran distribusi di tengah meningkatnya permintaan, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta kendala transportasi akibat kondisi Sungai Kapuas.

Dengan penguatan operasional dan distribusi tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga pasokan energi bagi masyarakat Kalimantan Barat tetap terpenuhi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article