Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ibu dan anak.
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Mengasuh anak merupakan tanggung jawab besar yang penuh tantangan, apa pun tipe kepribadian orang tuanya. Namun, bagi orang tua dengan kepribadian introver, tantangan tersebut bisa terasa lebih berat. Interaksi sosial yang intens, kebisingan, hingga konflik dalam pengasuhan dapat menguras energi dan memicu kelelahan mental.

Lalu, bagaimana gaya pengasuhan orang tua introver berdasarkan tipe MBTI? Berikut ulasannya.

1. INFJ

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Artem Podrez)

Orang tua bertipe INFJ dikenal memiliki empati tinggi dan kepekaan terhadap kebutuhan emosional anak. Mereka berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan suportif agar anak tumbuh menjadi pribadi yang autentik.

Namun, INFJ terkadang ragu dalam menerapkan disiplin, terutama jika merasa aturan yang terlalu ketat dapat menghambat perkembangan keunikan anak.

2. INTJ

ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/Tatiana Syrikova)

INTJ mengasuh anak dengan pendekatan analitis dan terstruktur. Mereka biasanya memiliki rencana jangka panjang untuk masa depan anak dan berusaha memastikan semuanya berjalan sesuai strategi.

Meski terkesan kurang ekspresif secara emosional, INTJ tetap menjadi motivator yang kuat. Tantangan muncul ketika menghadapi anak yang lebih mengutamakan perasaan dibanding logika.

3. ISFJ

ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/Pavel Danilyuk)

ISFJ dikenal sebagai sosok yang peduli dan protektif. Mereka sangat peka terhadap kondisi emosional maupun fisik anak dan sering merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan buah hati.

Namun, ketika anak tidak berkembang sesuai ekspektasi sosial, ISFJ cenderung menyalahkan diri sendiri.

4. ISTJ

ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/Pavel Danilyuk)

ISTJ menekankan pentingnya aturan, rutinitas, dan tanggung jawab. Mereka menetapkan batasan yang jelas dan mengajarkan anak disiplin sejak dini.

Meski efektif membangun kemandirian, pendekatan ini terkadang terasa kaku jika tidak diimbangi dengan kehangatan emosional.

5. ISFP

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Gustavo Fring)

ISFP lebih mengedepankan kebebasan dan dukungan emosional. Mereka menikmati aktivitas kreatif bersama anak dan tidak terlalu menuntut secara akademis.

Namun, ketidaksukaan terhadap konflik bisa membuat ISFP kesulitan dalam menegakkan disiplin saat anak mulai membutuhkan batasan yang tegas.

6. ISTP

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/RDNE Stock project)

ISTP cenderung hidup di masa kini dan lebih fokus menciptakan pengalaman menyenangkan bersama anak. Dalam urusan struktur dan disiplin, mereka kerap menyerahkan peran tersebut kepada pasangan.

Walau terlihat santai, ISTP tetap hadir sebagai figur yang stabil dan tidak mudah panik.

7. INFP

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/cottonbro studio)

INFP berusaha menanamkan nilai moral dan membangun hubungan emosional yang mendalam dengan anak. Mereka ingin menciptakan rumah yang hangat dan terbuka.

Namun, sikap yang terlalu permisif dapat menjadi tantangan, terutama dalam hal pengambilan keputusan dan konsistensi disiplin.

8. INTP

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Julia M Cameron)

INTP mendorong anak untuk berpikir kritis dan mencintai pengetahuan. Mereka menghargai kemandirian intelektual dan diskusi terbuka.

Di sisi lain, INTP bisa mengalami kesulitan menghadapi ledakan emosi anak karena lebih nyaman dengan pendekatan rasional.

Setiap orang tua memiliki gaya pengasuhan yang berbeda, termasuk mereka yang berkepribadian introver. Tidak ada pola asuh yang sepenuhnya sempurna. Dengan memahami karakter diri sendiri, orang tua dapat memaksimalkan kelebihan sekaligus memperbaiki kelemahan dalam membesarkan anak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team