Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Penembakan (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi Penembakan (IDN Times/Aditya Pratama)

Samarinda, IDN Times - Polresta Samarinda membenarkan aksi koboi penembakan seorang pengunjung di tempat hiburan malam (THM) di Jalan Imam Bonjol pada Minggu 4 Mei 2025 pada dini hari. 

Kapolresta Samarinda Komisaris Besar Pol Hendri Umar mengatakan, insiden berdarah itu terjadi saat tempat hiburan masih beroperasi.

1. Korban langsung tewas

Ilustrasi jasad. (IDN Times/Mardya Shakti)

Korban ditemukan bersimbah darah usai ditembak oleh pelaku tak dikenal dan langsung dievakuasi ke RS Dirgahayu oleh petugas bersama pihak keluarga.

“Namun karena korban dinyatakan meninggal dunia, jenazah kemudian dipindahkan ke RSUD AW Syahranie untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya kepada jurnalis. 

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami empat luka tembak, masing-masing dua di dada, satu di perut kanan, dan satu di bagian punggung.

2. Pelaku masih dalam pencarian

Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Hingga kini, polisi masih memburu pelaku yang melarikan diri usai kejadian.

Identitasnya belum diketahui, sementara penyelidikan terus dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi serta mengamankan area sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kasusnya sendiri saat ini memperoleh perhatian serius dari jajaran Polresta Samarinda. 

3. Kronologis penembakan di Samarinda

ilustrasi pistol (IDN Times/Mardya Shakti)

Aksi penembakan yang menewaskan seorang pengunjung di tempat hiburan malam (THM) kawasan Jalan Imam Bonjol, Samarinda, menggegerkan warga. Insiden terjadi sesaat setelah korban keluar dari lokasi hiburan pada Minggu dini hari (4/5/2025).

Seorang saksi mata mengungkapkan, pelaku mengenakan jaket hitam dan mengendarai sepeda motor matik berkapasitas mesin besar. Ia terlihat mondar-mandir di sekitar area THM sebelum akhirnya mengeksekusi korban.

“Pelaku menembak korban empat kali di dekat mobilnya,” kata saksi tersebut.

Tak hanya itu, pelaku juga sempat menembakkan senjata api ke udara. Aksi tersebut diduga untuk menghalau massa yang mulai mendekat ke lokasi kejadian dan menciptakan kepanikan agar bisa melarikan diri.

Editorial Team