Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mendiang Russel (60). Ia jadi korban serangan OTK pada Jumat dinihari (15/11/2024) lalu. (Dok. IstimewaI
Mendiang Russel (60). Ia jadi korban serangan OTK pada Jumat dinihari (15/11/2024) lalu. (Dok. IstimewaI

Paser, IDN Times – Polisi dikabarkan menetapkan satu tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Russell (60). Russel adalah tokoh masyarakat penolak angkutan batu bara (hauling) di Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan pada Selasa malam (15/7/2025) oleh tim gabungan Polda Kaltim dan Polres Paser.

Tersangka berinisial M (60), warga setempat yang juga dikenal sebagai salah satu figur penolak praktik hauling di jalan nasional. Selain menangkap M, polisi turut mengamankan satu pucuk senjata api rakitan.

“Iya, yang ditangkap juga orang kampung. Ada senjata api rakitan ikut diamankan,” kata salah satu perwira kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Paser AKBP Novy Adhiwibowo belum bisa dimintai komentar karena sedang menjalani ibadah umrah. Sementara Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yulianto, hanya menjawab singkat.

"Masih berproses," ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas Irjen (Purn) Ida Oetari juga belum mengetahui perkembangan terbaru.

“Saya konfirmasi dulu,” katanya singkat.

1. Janggal di mata warga

Ilustrasi tersangka (IDN Times/Aditya Pratama)

Belum jelas apakah M merupakan pelaku utama atau hanya terlibat dalam aksi pembunuhan yang terjadi dini hari, 15 November 2024, saat Russell tewas disayat lehernya di posko warga. M diketahui meninggalkan pos sekitar pukul 02.30 dini hari, sementara penyerangan diperkirakan terjadi pukul 04.00 WITA. “Yang pasti penangkapannya tadi malam (15/7/2025),” ujar sumber di kepolisian.

Sejumlah warga menilai penetapan tersangka terhadap M penuh kejanggalan, terlebih ia dikenal dekat dengan korban. “M itu rekan Russell, kami heran. Katanya ada saksi dan petunjuk yang mengarah ke dia, tapi buktinya belum pernah ditunjukkan,” kata salah satu warga yang ikut mendampingi M saat diperiksa polisi.

M juga membantah keterlibatan dalam pembunuhan maupun kepemilikan senjata api. Namun setelah diperiksa berjam-jam oleh penyidik, ia langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

2. Desak kepolisian transparan

Plt. Kepala Sekretariat Wapres, Al Muktabar diberi tugas Wapres Gibran untuk berkunjung langsung ke Muara Kate, Kamis (12/6/2025) kemarin. (Dok. Istimewa)

Putri Russell, Miah, mengaku kaget mendengar M ditetapkan sebagai tersangka. Ia mengenal M sebagai bagian dari kelompok perjuangan ayahnya. Namun ia tetap berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku dihukum setimpal.

“Saya berharap pelaku bisa dihukum seberat mungkin atas perbuatannya yang setega itu ke bapak saya,” ujar Miah.

Pengacara Miah, Andri Ariyanto, juga meminta agar polisi segera membuka informasi ke publik. Ia menyinggung kemungkinan keterlibatan perusahaan tambang. “Untuk apa ditutup-tutupi? Apalagi ini ada dugaan keterlibatan perusahaan, proses hukum harus dibuka seterang mungkin supaya masyarakat tidak menduga-duga,” tegasnya, Rabu malam (16/7/2025).

3. Rentetan peristiwa di Muara Kate

Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim mendesak pemerintah mengusut tuntas tragedi Muara Kate sekaligus menghentikan aktivitas hauling batu bara di jalan umum. (Dok. Koalisi Masyarakat Sipil)

Pembunuhan Russell bukan insiden tunggal. Mei 2024, Ustaz Teddy tewas ditabrak truk tambang, lalu Oktober 2024 Pendeta Veronika dilindas truk pengangkut batu bara yang gagal menanjak. Ketiganya terjadi di jalur hauling milik PT Mantimin Coal Mining (MCM), yang melintasi jalan nasional lintas Kaltim-Kalsel, meski telah dilarang oleh sejumlah regulasi.

Warga membentuk posko penolakan hauling dan menjaga jalur siang-malam. Penyelidikan kasus pembunuhan Russell pun berjalan lambat, hingga akhirnya jenazahnya baru diautopsi delapan bulan kemudian, pada 11 Juli 2025, sebelum dimakamkan ulang keesokan harinya.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming sempat turun langsung ke lokasi pada medio Juni 2025. Ia memerintahkan MCM menghentikan operasional dan berpindah ke jalur hauling lain di Kalimantan Selatan. Aktivitas truk di jalan umum sempat dihentikan.

Editorial Team